zoom-in lihat foto Ketahui Penyebab Telapak Tangan Sering Gatal dan Panas
ilustrasi (Medical News Today)

TRIBUNJUALBELI.COM - Pernahkan kamu mendengar mitos bahwa telapak tangan terasa gaatal dan panas menandakan datangnya rezeki?

Itu hanyalah sebuah mitor yang beredar.

Justru telapak tangan yang gatal dan panas muncul secara tiba-tiba bisa jadi pertanda masalah kesehatan tertentu.

Tangan digunakan untuk sebagian besar aktivitas mulai dari menulis, mengetik, menggambar, hingga memegang banyak benda.

Jika telapak tangan kamu tiba-tiba gatal, tentunya dapat mengganggu aktivitas yang sedang kamu lakukan.

Saat itu juga pasti kamu akan berusaha keras untuk meringankan rasa gatal dengan menggaruk atau mengusapnya.

Namun, setelah menggaruk, bukannya bertambah baik malah akan semakin gatal dan menimbulkan sensasi panas.

Lalu masalah kesehatan apa saja sih yang menyebabkan telapak tangan gatal?

Dilansir dari hellosehat.com, berikut deretan masalah medis yang mungkin menjadi penyebabnya.

1. Reaksi alergi


2 dari 4 halaman

Reaksi alergi dari paparan bahan iritan dapat menjadi penyebab telapak tangan terasa gatal dan panas.

Reaksi gatal dan panas dapat muncul selama 2 hingga 4 hari setelah telapak tangan kamu terpapar.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal juga dengan dermatitis kontak.

Berbagai hal yang sering kali menimbulkan alergi adalah logam, sabun, disinfektan, debu atau tanah, dan parfum.

Untuk mencegahnya gatal kembali, kamu perlu menghindari alergen.

Bila perlu, oleskan pula krim yang mengandung menthol antihistamin untuk meredakan rasa gatal.

2. Alergi obat

Beberapa obat juga bisa menimbulkan reaksi alergi.

Ini terjadi akibat tubuh sangat sensitif pada kandungan obat yang diminum.

3 dari 4 halaman

Alergi obat umumnya menimbulkan rasa gatal dan sensasi panas yang lebih tinggi di telapak tangan dan kaki, dibanding bagian tubuh lainnya.


3. Diabetes

Studi menunjukkan bahwa 11,3% diabetesi menyebutkan bahwa mereka mengalami kulit gatal juga.

Rasa gatal bisa terjadi pada semua bagian tubuh, namun paling sering terjadi pada telapak tangan dan kaki.

Gatalnya kulit penderita diabetes bisa terjadi karena penyakit sudah menyebabkan komplikasi pada hati dan ginjal atau telah terjadi kerusakan saraf pada tangan (diabetik neuropati).

Kunci utama untuk mengatasi telapak tangan gatal dan panas karena diabetes tentunya dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Ini bisa dilakukan dengan mengikuti pengobatan yang dianjurkan dokter dan menerapkan pola hidup sehat.

4. Sirosis Bilier Primer (PCB)

Sirosis bilier primer merupakan gangguan automimun yang memengaruhi saluran empedu.

4 dari 4 halaman

Cairan empedu yang seharusnya mengalir dari hati ke perut, menumpuk di hati dan menyebabkan jaringan parut.

Salah satu gejalanya adalah telapak tangan yang gatal disertai sensasi panas dan muncul bercak.


Selain itu, orang dengan kondisi ini juga akan mengalami nyeri tulang, diare, mual, urin gelap, dan jaundice (berubahnya warna kulit, kuku, dan putih mata menjadi kuning).

5. Eksim

Eksim merupakan gangguan kulit yang bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada telapak tangan.

Menurut laman National Eczema Association, kondisi ini terjadi pasa 10% orang di Amerika.

Penyakit tidak menular ini menyebabkan telapak tangan menjadi gatal, memerah, kering, dan pecah-pecah.

Pada jenis eksim dishidrotik (dishidrosis), kulit di permukaan tangan yang gatal dapat melepuh.

Kondisi ini rentan terjadi pada orang yang tangannya sering terpapar bahan kimia dan air, seperti montir, petugas kebersihan, dan penata rambut.

Untuk meredakan gejala, orang dengan kondisi ini harus menghindari paparan pemicu, misalnya menggunakan sarung tangan.

Kemudian, diikuti dengan menjaga kebersihan tangan, memakai pelembap dan krim antigatal, dan menjaga telapak tangan supaya tetap kering.


6. Sindrom carpal tunnel

Sindrom carpal tunnel juga bisa menimbulkan rasa gatal dan panas pada telapak tangan.

Gejala ini biasanya lebih sering terjadi di malam hari.

Saraf jari yang bermasalah juga akan terasa lemah dan mati rasa sewaktu-waktu.

Untuk mencegah munculya gejala, kamu harus menghindari aktivitas yang menyebabkan tangan melakukan gerakan secara berulang terus-menerus.

Selanjutnya