zoom-in lihat foto Pria Tampan Ini Beli Ponsel Jadul Untuk Nostalgia Dengan Sosok Ini, Alasannya Bikin Terharu!
Facebook

TRIBUNJUALBELI.COM - Majunya teknologi komunikasi ternyata tak membuat pria ini tergoda untuk membeli sebuah perangkat canggih.

Semakin kesini, perangkat komunikasi semakin canggih.

Berbagai fitur memungkinkan penggunanya untuk melakukan banyak hal dan mempermudah berbagai kegiatan.

Ponsel pintar juga semakin hari semakin canggih sehingga banyak membuat orang tergiur untuk gonta-ganti ponsel.

Namun tidak dengan pria tampan ini.

Facebook/Danial Sutami
Facebook/Danial Sutami

Di tengah banyaknya pilihan ponsel dengan teknologi termutakhir, pria yang berasal dari Medan, Sumatera Utara ini malah 'mundur' ke beberapa tahun lalu.

Ia malah membeli sebuah ponsel yang teknologinya bisa dibilang sudah tak terpakai lagi.

Simak juga : Cari HP Jadul Buat Nostalgia-an ? Ini Pilihan Terbaiknya!

Namun ternyata, ia punya alasan sendiri mengapa membeli ponsel seperti itu.

Alasannya itu pun tak pelak membuat ratusan orang menjadi terharu, bahkan ikut bersedih!


Ponsel Nokia 8310 adalah alat komunikasi yang dipakai oleh banyak orang pada zamannya.

Facebook/Danial Sutami
Facebook/Danial Sutami
2 dari 3 halaman

Fitur di dalam ponsel kecil itu antara lain adalah telepon, sms, hingga ada beberapa permainan.

Beginilah kisah pria dari akun Facebook Danial Sutami yang memutuskan untuk membeli ponsel Nokia 8310.

Facebook/Danial Sutami
Facebook/Danial Sutami

"Beberapa bulan lalu, saya membeli ponsel Nokia 8310 dari sebuah akun IG dengan harga yang cukup mahal untuk ukuran ponsel jadul.

Namun perasaan sentimentil memang seringnya mengalahkan nalar. Saya tetap membelinya.

Mengapa ponsel ini penuh nostalgia? Karena ini hadiah terakhir dari almarhum bapak sebelum beliau wafat. Dulu saya terpaksa menjualnya karena sedang butuh dana.

Oleh karena itu, membeli ponsel ini sebenarnya adalah bagian dari kerinduan saya untuk mengembalikan kenangan indah itu dan mempertahankannya.

Namun saya lupa, merupakan sebuah ketetapan yang telah digariskan dan tak terhindarkan bahwa segala yang fana pasti memiliki batas usia.

Bahwa ketika ia telah tiada, tidak ada pilihan lain selain membiarkannya menjadi kenangan, dan kita yang ditinggalkan diajak untuk terus melanjutkan perjalanan menuju ujung dari batas keberadaan kita. Sehingga kelak kita pun hanya menjadi kenangan bagi yang ditinggalkan.

Belum sampai tiga bulan, ponsel yang baru saya beli itu rusak. Sehingga ikut merusak kenangan yang hendak saya pertahankan. Saya ternyata salah mengira bahwa dengan membeli ponsel 8310 yang fana itu adalah cara yang tepat untuk mengabadikan kenangan atas ayah saya.


Bagaimana mungkin yang hal fana bisa dipakai untuk mengabadikan?

3 dari 3 halaman

Itu mustahil. Tapi itulah perasaan sentimentil.

Hari ini saya setahun lebih dekat pada batas keberadaan saya di dunia. Ujungnya dimana dan kapan, have no idea.

Tapi izinkan saya mengucap syukur pada-Nya serta terima kasih pada sahabat-sahabat dunia maya yang selama ini telah setia mendukung serta memberi warna baru dalam memaknai keberadaan saya khususnya dua tahun terakhir ini.
Maaf jika tak sempat merespon ucapan selamatnya satu per satu. Tapi yakinlah perasaan bahagia saya jauh melampaui respon yang saya tunjukkan berupa 'like' atau 'love' terhadap setiap ucapan yang tampil di laman akun ini.
Terima kasih sudah menjadikan saya sahabat.

Dan semoga keberadaan saya saat ini kelak juga menjadi sebuah kenangan baik yang terpatri di memori teman-teman.
Itu harapan saya..."

Berikut Postingannya :

Facebook/Danial Sutami
Facebook/Danial Sutami

(Tribun Bogor/Tania Natalin Simanjuntak)



Selanjutnya