zoom-in lihat foto Punya Kolesterol Tinggi? Berikut Makanan yang Bisa Dikonsumsi
ilustrasi (Healthline)

TRIBUNJUALBELI.COM - Apakah kamu penderita kolesterol?

Kolesterol tinggi adalah salah satu penyakit yang mulai banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Kolesterol datang dari dua sumber, yaitu diproduksi oleh hati atau lewat makanan yang dikonsumsi.

Bukan selalu makanan tinggi lemak, makanan yang mengandung gula atau telah melalui proses memasak juga berbahaya bagi penderita kolesterol.

Bagi yang memiliki kolesterol tinggi, tentu diet merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan.

Lalu makanan apa saja yang bisa dikonsumsi untuk para penderita kolesterol tinggi?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut makanan yang bisa dikonsumsi.

1. Kacang-kacangan

Kacang bisa jadi makanan penurun kolesterol yang lezat.

Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang, atau kacang almond secara teratur selama 6 minggu dapat menurunkan kolesterol hingga 10 persen.


2 dari 4 halaman

2. Ikan salmon

Sebuah asosiasi kesehatan di Amerika menyimpulkan bahwa mengonsumsi ikan salmon, ikan tuna, sarden, atau makarel, minimal 2 porsi dalam satu minggu dapat memberi manfaat yang sangat optimal dalam menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

3. Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah salah satu makanan penurun kolesterol yang bisa di konsumsi.

Pasalnya, minyak zaitun kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E.

Kedua nutrisi ini dapat menurunkan LDL kolesterol atau lemak jahat, dan menaikkan HDL kolesterol alias lemak baik.

Anda bisa mencampurkan 2 sendok minyak zaitun dan buah zaitun pada salad atau coba menggoreng dan menumis makanan menggunakan minyak dari buah zaitun tersebut.

4. Kuaci

Kuaci mengandung zat tembaga yang baik bagi tubuh.

3 dari 4 halaman

Tubuh kita butuh zat tembaga, karena pola makan yang rendah asupan tembaga akan lebih rentan mengalami kenaikan kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik yang terserap ke tubuh.


Jika kamu hobi makan camilan kuaci biji labu maupun biji bunga matahari, terutama yang tawar tanpa tambahan garam, ini perlahan-lahan dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh jika disertai pola makan yang sehat.

5. Jambu biji

Jambu biji mengandung vitamin dan antioksidan yang bekerja melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kadar kalium dan serat larut air dalam jambu biji pun dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah, sementara menaikkan kadar kolesterol baik HDL yang dapat mencegah berbagai penyakit jantung.

6. Apel

Kulit apel mengandung pektin.

Pektin Pektin adalah sejenis serat larut yang dapat membilas kolesterol jahat LDL dalam tubuh.

Pektin ini bekerja dengan menyerap kolesterol dan lemak jahat dari makanan dan mengeluarkannya lewat urine dan feses.

4 dari 4 halaman

Selain kaya serat, apel juga mengandung tinggi polifenol, yaitu sejenis antioksidan kuat yang dapat mengurangi peradangan.

Dengan rutin makan apel, jantung akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari risiko penyakit jantung.


7. Minyak oregano

Oregano mengandung jenis asam lemak omega-3, asam amino, triptofan, tirosin, dan arginin.

Semua kandungan alami ini menyebabkan minyak oregano ampuh menurunkan kolesterol sekaligus menjaga kesehatan jantung.

8. Teh hijau

Teh hijau telah lama dipercaya dapat membilas timbunan lemak dari dalam tubuh.

Teh hijau termasuk salah satu herbal penurun kolesterol alami yang ampuh menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dalam tubuh.

Teh hijau dapat menurunkan kolesterol sebanyak 2 sampai 5 persen.

9. Alpukat

Alpukat adalah salah satu buah penurun kolesterol yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik HDL, sekaligus menurunkan kadar LDL alias kolesterol jahat.

Alpukat juga mengandung beta-sistosterol, sejenis lemak nabati yang berfungsi untuk mengurangi jumlah kolesterol yang diserap dari makanan.


10. Bawang putih

Bawang putih bisa digunakan sebagai herbal penurun kolesterol alami.

Pasalnya, bawang putih dapat membantu mengurangi timbunan plak pada arteri. (*)

Selanjutnya