zoom-in lihat foto Simak Yuk, 3 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak Kamu
ilustrasi (lajollabythesea.com)

TRIBUNJUALBELI.COM - Puasa wajib dilaksanakan oleh kaum muslim.

Selama 30 hari kita harus melalui ibadah puasa.

Tahukah kamu bahwa puassa berdampak positif bagi kesehatan tubuh?

Yak, puasa sangat berdampak baik bagi kesehatan, salah satunya otak.

Otak memiliki tugas penting untuk mengatur kinerja organ lain dalam tubuh.

Lantas bagaimana bisa puasa berpengaruh pada kesehatan otak?

Dilansir dari hellosehat.com, glukosa merupakan makanan utama bagi otak.

Saat berpuasa, jumlah glukosa akan menjadi sangat terbatas.

Dalam kondisi tersebut, tubuh akan mengalihkan sumber bahan bakar yang awalnya glukosa menjadi lipid (lemak).

Awalnya, tubuh akan menggunakan glikogen (gula yang disimpan pada otot dan hati) sebagai energi.


2 dari 4 halaman

Setelah gula dibakar habis, tubuh akan mulai membakar lemak dan mengubahnya menjadi keton.

Keton adalah bagian kecil dari lemak yang digunakan sel sebagai sumber energi.

Perubahan sumber energi saat puasa inilah yang kemungkinan memberikan manfaat untuk kesehatan otak.

Nah, ada juga lho manfaat puasa untuk kesehatan otak, berikut ulasannya.

1. Meningkatkan fungsi otak

Perubahan sumber energi untuk otak selama puasa, ternyata meningkatkan fungsi otak dalam mengantarkan sinyal-sinyal tertentu.

Hal ini dibuktikan dengan dilepaskannya lemak sebagai keton ke dalam darah untuk energi.

Puasa yang dikombinasikan dengan olahraga juga menunjukkan manfaat yang baik untuk otak.

Keduanya dapat meningkatkan jumlah mitokondria dalam neuron.

3 dari 4 halaman

Mitokondria adalah organel sel yang menjadi tempat respirasi untuk menghasilkan energi.


Tidak hanya itu, jumlah protein di otak yang disebut BDNF (Brain Derived Neurotrophin Factor) juga meningkat.

Meningkatnya protein tersebut dapat meningkatkan fungsi otak yang mengatur perilaku, sensor dan motorik, motivasi, daya ingat, dan pembelajaran.

2. Mencegah stres

Studi menemukan bahwa puasa dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan secara efektif.

Selama berpuasa, tubuh secara maksimal memperbaiki kerusakan sel dari stres oksidatif.

Stres oksidatif merupakan kondisi tubuh ketika level radikal bebas lebih banyak dibanding antioksidan (zat yang mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas).

3. Membantu mencegah penyakit otak

Demensia adalah penyakit otak yang berkembang seiring dengan bertambahnya umur.

4 dari 4 halaman

Sebuah penelitian menemukan adanya peningkatan risiko demensia pada orang yang obesitas.

Ini terjadi karena ekstra lemak yang tidak digunakan tubuh bisa memicu terjadinya peradangan dan produksi hormon tertentu menjadi tidak stabil.

Nah, puasa juga diketahui dapat menjadi salah satu cara menurunkan berat badan.

Ini yang disebut bahwa puasa berpotensi membantu mencegah penyakit otak.

Selanjutnya