TRIBUNJUALBELI.COM - Kanker menjadi salah satu penyakit berbahaya yang hingga kini menjadi "pembunuh" paling ganas diantara penyakit lain.
Penyembuhan kanker terbilang rumit dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga banyak yang mengatakan lebih baik mencegah kanker dibanding dengan mengobati.
Perlu diketahui kalau sebenarnya kita semua berpotensi terkena kanker.
Namun gaya hidup yang tidak baik tentunya akan meningkatkan risikonya.
Untuk itu, lebih baik jika kita bisa menghindari gaya hidup yang tak baik tersebut.
Berikut 5 gaya hidup yang dapat memicu perkembangan kanker pada seseorang, dipaparkan oleh Dr Khiddir, seorang praktisi medis yang berbasis di Kuala Selangor, Malaysia, seperti dirangkum dari World of Buzz.
1. Tidak mengikuti pola diet sehat
Dr Khiddir berkomentar mengenai salah satu faktor terbesar pemicu kanker adalah kelebihan berat badan atau obesitas, beberapa studi menunjukkan korelasi antara kelebihan berat badan pada 12 tipe kanker.
“Itulah mengapa direkomendasikan untuk diet buah, sayur, dan gandum utuh."
"Makanan-makanan ini membantu pada berat badan yang sehat dan juga memerangi kanker, misalnya kanker prostat."
2. Merokok dan segala hal yang berkaitan dengan itu
Merokok saat ini tengah menjadi isu hangat, tak hanya kesehatan tapi juga lingkungan, dengan adanya peraturan larangan untuk merokok di tempat umum, Dr Khiddir menyetujui aturan itu.
“Semua orang tahu dampak buruk dari merokok yaitu berkaitan dengan kanker."
"Tapi tetap saja, orang-orang tetap memilih merokok, lebih parah mereka menyebar polutan karsinogenik dari asap rokok ke lingkungan sekitarnya.”
Dr Khiddir lebih jauh menggambarkan keterkaitan antara merokok dengan kanker sangat nyata.
Sudah terbukti rokok adalah penyebab utama kanker paru-paru dan sedikitnya 14 tipe kanker lainnya.
Tak hanya untuk dirinya sendiri, merokok juga berbahaya bagi orang-orang sekitarnya.
Perokok sekunder memiliki risiko terpapar bahan kimia berbahaya yang sama jika menghirup asapnya dan dapat berpengaruh pada kondisi: meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, depresi, kanker paru-paru, selain itu juga otak, bladder, usus, payudara.
Jika dengan ini Anda masih menganggap sepele, itu belum selesai. Ada lagi pihak tersier yang juga bisa terkena dampak buruk dari perokok.
“Perokok ketiga sangat efektif untuk 'menghancurkan' terutama pada anak kecil."
"Bahkan sebenarnya sudah banyak kasus orang-orang kehilangan bayinya secara mendadak karena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) yang disebabkan karena ia menjadi perokok tersier."
3. Mengonsumsi alkohol
Gaya hidup lain yang menuntun pada kanker adalah mengonsumsi alkohol. Bagaimana alkohol membuat seseorang rentan terkena kanker?
“Tubuh akan memecah alkohol menjadi asetaldehid selama pencernaan, suatu yang diketahui bersifat karsinogen dan membahayakan DNA dan protein.”
Selain itu Dr Khiddir juga menyebutkan alckhol dapat menyebabkan oksidasi yang berbahaya bagi DNA, protein, dan lemak.
Lebih jauh lagi alhokol diketahui merangsang produksi estrogen pada perempuan yang membuat mereka lebih mudah terkena kanker payudara.
“Buruk jika kamu merokok dan minum (minuman keras). Ada alasan kenapa para dokter selalu menanyakan hal ini ketika check up. Merokok dan minum meningkatkan risiko kanker secara signifikan."
4. Begadang bagai burung hantu
Begadang atau tidur larut malam biasanya banyak dilakukan karena keadaan, misalnya ada sesuatu yang penting keesokan harinya atau untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi kebiasaan ini sangat tidak baik.
“Terjaga di malam hari dan tidur selama siang menyebabkan perubahan pesat pada lebih dari 100 protein dalam darah.”
Dr Khiddir menjelaskan lebih jauh ini akan berdampak pada gula darah, fungsi kekebalan, dan metabolisme.
Perubahan senyawa biokimia ini meningkatkan risiko kesehatan salah satunya diabetes, obesitas, dan kanker.
Lalu bagaimana jika bekerja shift malam?
Sayangnya, para peneliti menemukan beberapa wanita yang harus bekerja di malam hari berisiko 20 persen lebih besar terkena kanker.
58 persen lebih berisiko kanker payudara, 35 persen kanker gastrointestinal, dan 28 persen kanker paru-paru.
“Selain itu, bekerja di shift malam dihubungkan pada obesitas dan penyakit jantung karena sangat menganggu ritme sirkadian atau jam internal yang meregulasi proses fisiologis tubuh.”
5. Bekerja pekerjaan berbahaya atau tidak mengikuti prosedur keselamatan
Lingkungan tempat kerja juga berpengaruh pada peningkatan risiko kanker.
“Profesi tertentu memiliki risiko kanker lebih besar karena paparan senyawa kimia yang tinggi atau senyawa radioaktif di tempat kerja.”
Meski begitu biasanya tempat kerja yang berbahaya memiliki protokol keselamatan pekerjanya.
“Mengikuti prosedur keselamatan itu wajib!” Dr Khiddir mengatakan pekerja harus selalu mengenakan alat keselamatan terutama bagi pekerja yang berurusan dengan bahan radioaktif misalnya di pabrik maufaktur. (Intisari Online/Nieko Octavi Septiana)
Artikel ini sudah tayang di laman Intisari Online dengan judul Hati-hati, 5 Gaya Hidup Ini Dapai Picu Kanker, Nomor 1 Masih Sering Kita Lakukan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!