zoom-in lihat foto Hindari Petaka Akibat Ban Kurang Angin saat Mudik Pilpres
Mobil Mudik Keluarga | Otonity

TRIBUNJUALBELI.COM - Melakukan pengecekan tekanan angin pada ban mobil adalah salah satu persiapan yang jangan sampe terlewatkan saat hendak mudik atau berpergian jarak jauh.

Jangan sepelekan untuk megecek tekanan angin pada ban, karena dapat menyebabkan petaka saat melakukan perjalanan mudik salah satunya paska coblosan pilpres ini.

Melakukan perjalanan panjang dengan kondisi ban yang kurang angin akan membuatnya cepat mencapai fatigue (kelelahan), dilansir Otofemale.id dari Otomotifnet.com.

Dalam kondisi seperti itu, maka bisa memicu putusnya kawat di sisi bagian dalam dari ban.

Kalau sudah seperti itu, maka kekuatan ban akan berkurang drastis dan bisa sewaktu-waktu meletus.

Akibar Ban Kurang Angin Lainnya.
Selain ban bisa meletus, ada beberapa hal lainnya yang terjadi kalau tetap memaksa lakukan perjalanan dengan kondisi ban yang kurang angin.

- Boros Bahan Bakar
Dalam kondisi ban yang tekanan anginnya kurang, maka tapak ban yang menempel ke aspal cenderung lebih banyak.

Akibatnya koefisien gesek/fibrasi antara permukaan ban dan aspal semakin besar, defleksi pun besar sehingga mobil perlu tenaga lebih untuk melaju.

Makin besarnya gesekan membuat mesin makin kerja keras dan tanpa sadar, kaki pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam yang akhirnya membuat boros bahan bakar.


2 dari 4 halaman

- Handling Berat
Dengan jumlah tapak ban yang menempel di aspal lebih banyak akibat kurang tekanan angin, juga akan membuat handling pengemudi jadi berat.

Dalam kondisi seperti ini, maka akan membuat mobil susah dikontrol baik dalam kecepatan rendah maupun tinggi.

Reaksi pengemudi lebih lambat dari semestinya karena ban kurang angin.

Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara dan penumpangnya.

- Habis Tidak Rata
Pakai ban kurang angin dalam kondisi lama, akan membuat permukaannya jadi tidak rata.

Saat tekanan angin dalam ban kurang, maka permukaan sisi kiri dan kanan saja yang menempel di aspal.

Oleh karena itu, memakai ban dalam kondisi kurang angin dalam jangka waktu lama akan membuat tapak kiri dan kanannya cepat habis dibanding tengah.

TEKANAN ANGIN IDEAL
Otofemale.id melansir dari berbagai sumber, tekanan angin pada ban itu wajib dicek 1-2 minggu sekali.

Agar tahu ban dalam kondisi kurang angin atau malah kelebihan, kamu harus paham dulu berapa tekanan angin yang ideal.

Untuk urusan tekanan angin pada ban yang ideal, tidak perlu repot-repot browsing di internet.


3 dari 4 halaman

Cukup intip manual book atau kalau mobil kamu Toyota Kijang Innova, tengok sticker tyre loading di frame pilar B sebelah kanan.

Pada sticker tersebut akan terbaca ukuran ban 205/65R16 dan tekanan angin standarnya 33 psi depan dan 33 psi belakang.

Tekanan angin pada ban belakang akan berubah jadi 36psi, bila sedang bawa penumpang atau barang.

JANGAN LUPA BAN CADANGAN
Memeriksa tekanan angin pada ban cadangan juga wajib dilakukan.

Tujuannya jelas, supaya selalu siap saat dibutuhkan.

Jarang digunakan, maka tekanan angin pada ban cadangan tidak bisa seperti ban utama.

Anjuran tekanan angin pada ban serep adalah 2 psi lebih keras dari ban utama.

Jadi kalau ban utama pada Toyota Innova ukuran standarnya 33 psi, maka ban serep kudu 35 psi.

Atau kalau kamu orangnya males cek and ricek, pastikan saja nam serep dapat tekanan angin maksimal yang bsia diterima.

4 dari 4 halaman

Baru nanti pada saatnya dipakai, kurangi tekanan anginnya sesuai dengan yang disarankan.

Selanjutnya