zoom-in lihat foto Inilah 6 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Terkena Osteofit
ilustrasi (Tribunnews.com)

TRIBUNJUALBELI - Osteofit atau bone spur merupakan kondisi penonjolan atau benjolan tulang yang tumbuh pada tulang atau sekitar sendi.

Kondisi seperti ini sering muncul disamping sendi yang mengalami osteoartritis yaittu gangguan kaku dan nyeri pada sendi.

Osteofit sering ditemukan pada tulang belakang, leher, bahu, lutut, punggung bawah, jari tangan atau jempol kaki, dan kaki atau tumit.

Osteofit seing kali tidak menimbulkan gejala, serta sebagian besar dialami oleh orang berusia di atas 60 tahun.

Namun, Osteofit juga bisa dialami oleh orang yang mengalami cedera atau kondisi medis tertentu.

Dilansir dari alodokter.com, Osteofit muncul sebagai bentuk respon tubuh terhadap gangguan yang terjadi di sekitar sendi.

Penyebab osteofit paling umum adalah osteoarthritis, yaitu kondisi ketika tulang rawan di sekitar sendi secara perlahan terkikis.

Tulang rawan adalah jaringan elastis yang melapisi tulang dan memungkinkan sendi untuk bergerak dengan mudah.

Ketika tulang rawan terkikis, endapan kalsium yang merupakan materi pembentuk tulang, akan terbentuk secara bertahap sebagai respon tubuh terhadap tulang rawan yang rusak.

Kerusakan sendi juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, lupus, penyakit gondok, dan stenosis spinal.


2 dari 4 halaman

Terdapat beberapa kebiasaan yang tanpa disadari meningkatkan seseorang mengalami osteofit, antara lain:

1. Kalori yang Masuk Lebih Besar

Tidak bisa dipungkiri lagi, kini banyak orang yang terjebak dalam gaya hidup tidak sehat.

Mereka kerap konsumsi makanan tidak sehat, berlemak, dan tidak diimbangi olahraga.

Hasilnya, risiko terkena obesitas yang menyebabkan osteofit semakin tinggi.

Berat badan yang berlebih membuat sendi mendapatkan beban lebih dari kemampuannya sehingga tulang rawan pada area sendi jadi mudah terkikis.

Cedera berulang pada sendi atau tulang rawan juga bisa menyebabkan osteofit.

2. Aktivitas Berulang

Aktivitas yang biasa dilakukan berulang-ulang memberi beban berlebihan pada salah satu sendi.

3 dari 4 halaman

Hasilnya, tulang rawan jadi mudah terkikis dan muncul gangguan ini.


3. Olahraga Terlalu Berat

Sama seperti aktivitas berulang, olahraga dengan intensitas tinggi juga meningkatkan beban pada sendi.

Selain itu, olahraga dengan intensitas tinggi meningkatkan risiko iritasi dan luka pada tulang.

4. Berdiri atau Duduk dengan Posisi Sembarang

Kebiasaan buruk satu ini dilakukan oleh pekerja kantoran yang kerap kali dipaksa duduk dengan posisi yang sama selama berjam-jam.

Cara mencegah terjadinya osteofit, maka kamu dapat duduk atau berdiri dengan postur tubuh yang benar.

Dengan begini, maka kamu bisa mempertahankan kekuatan punggung dan menjaga agar tulang belakang tetap lurus.

5. Kurang Konsumsi Kalsium atau Vitamin D

4 dari 4 halaman

Akibat kekurangan dua nutrisi penting ini, maka kesehatan tulang bisa terganggu sehingga beban tulang menjadi semakin berat.

Pastikan memasukkan dua nutrisi penting ini ke dalam makanan harian.

6. Kurang minum air putih

Minum banyak air putih adalah cara menjaga cakram tulang belakang dan persendian tetap sehat.

Selanjutnya