TRIBUNJUALBELI - Sindrom nefrotik adalah sekumpulan gejala yang menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal dalam menyaring darah.
Tak hanya pengobatan yang dibutuhkan. Anak yang mengalami kondisi seperti ini harus diberikan makanan yang tepat.
Nutrisi dalam makanan tersebut yang akan membantu pengobatan yang mesti dijalani anak.
Bagi anak yang mengalami sindrom ini, tak semua makanan baik dikonsumsi .
Dilansir dari hellosehat.com, kondisi ketika seseorang yang memiliki sindrom nefrotik akan menyebabkan protein dalam darah ikut terbawa dalam urin atau proteinuria.
Hali ini dapat juga menyebabkan protein dalam darah akan menurun atau mengakibatkan kondisi hipoalbuminemia.
Protein dalam darah berfungsi menjaga cairan dalam aliran darah.
Saat kadar protein darah menurun, maka cairan akan bocor masuk ke dalam jaringan tubuh dan akan menyebabkan penumpukan cairan atau edema.
Kadar lemak dan kolesterol darah yang tinggi juga umum ditemui pada penderita sindrom nefrotik
Sindrom ini dapat dialami oleh berbagai umur.
Namun, diaknosis pertama kali pada anak usia 2-5 tahun dan banyak diderita oleh anak laki-laki dibandingkan perempuan.
Ada beberapa pantangan makanan untuk sindrom nefrotik.
Oleh karena itu, orangtua sebaiknya tidak memberikan makanan berikut ini pada anak dengan sindrom nefrotik.
1. Produk olahan
Makanan atau minuman kemasan tidak baik untuk anak yang dengan sindrom nefrotik karena mengandung natrium yang tinggi.
Beberapa contoh produknya adalah nugget, sosis, abon, bakso, kentang goreng pada restoran cepat saji, hamburger, minuman kemasan seperti jus, soda, dll.
2. Makanan asin
Membatasi konsumsi makanan tinggi natrium dapat membantu menjaga tekanan darah dan mencegah edema.
Berikut contoh makanannya seperti, mayonaise, kecap, keju, saos tomat, saus sambal, wafer, biskuit yang rasanya asin.
Aneka bumbu tambahan dalam menu makanan juga tidak diperbolehkan dikonsumsi. Lauk yang sudah difermentasi asin seperti telur asin, ebi, dan cumi kering.
3. Makanan berlemk dan tinggi kolesterol
Penderita sindrom nefrotik juga sering kali mengalami gangguan dalam metabolisme lemak yang menyebabkan tingginya kadar lemak darah.
Penggunaan steroid dalam pengobatan sindrom nefrotik juga memiliki efek smping nafsu makan yang meningkat tinggi sehingga menyebabkan kenaikan berat badan yang besar.
Oleh karena itu, makanan berlemak dan tinggi kolesterol harus dihindari.
Nah, untuk menjaga fungsi ginjal tetap baik, selain menghindari ketiga jenis makanan tersebut, anak dengan sindrom nefrotik juga harus memperhatikan asupan protein dan cairan yang tepat.
(*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!