zoom-in lihat foto Presiden Termuda Perancis Ini Mengusung Teknologi Internet Merubah Politiki! Serem Gengs Politik Maya Saat Ini!
Presiden Perancis

TRIBUNJUALBELI.COM - Emanuel Macron akhirnya terpilih sebagai presiden Prancis dengan perolehan suara diperkirakan sebanyak 65%.

Di balik kemenangan Macron, ada satu hal yang bisa dipetik dari kampanyenya.

Ya, teknologi telah mengubah politik secara masif.

Tapi kampanye politik 2016 dan 2017 telah menjadi sesuatu yang berbeda.

Internet telah menjadi begitu besar sehingga troll mulai memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil pemilihan. Orang Amerika atau Inggris pasti tahu cerita soal ini.

Berita palsu dan histeria Facebook telah memainkan peran begitu penting dan membuat frustasi banyak orang.

Contoh terakhir adalah kampanye pemilihan Presiden Prancis. Romain Dillet (@romaindillet) menulis di TechCrunch bahwa minggu terakhir kampanye didominasi oleh peretas yang menyebarkan “satu ton” email (surat elektronik) dari tim Macron, sementara tim dan pendukung Marine Le Pen mencuit berita palsu sepanjang hari dan meme sindiran viral di Facebook.

Baca : Deretan Gadget Yang Mendunia!

Berita palsu yang paling populer adalah Macron memiliki rekening rahasia di Bahama.

Pemilu Prancis masih membuktikan bahwa Facebook, Twitter, YouTube, 4chan, Reddit, dan platform media sosial lainnya masih memiliki masalah dengan berita palsu.

2 dari 3 halaman

Ini adalah mimpi buruk, dan masih akan menjadi mimpi buruk bagi pemilihan pemimpin di masa depan.


Dengan blog dan forum, orang yang paling menarik menjadi orang yang paling berpengaruh. Dengan Facebook, orang yang “paling cerewet” telah menjadi orang yang paling berpengaruh.

Situs-situs propaganda meluaskan jangkauan dan mendulang Like dan Share.

Keduanya semakin meningkatkan keterlibatan setiap berita yang diunggah. Semua itu menjadi ujian bagi kecerdasan kolektif.

Seperti algoritma Facebook yang mengubah warga menjadi kelinci percobaan untuk menguji batas-batas demokrasi.

Sangat menakutkan melihat bahwa banyak orang Prancis menemukan konsep berita palsu minggu lalu. Tidak ada yang belajar dari kesala han kolektif kita.

Kemudian, persoalan peretasan. Ribuan surat elektronik dan dokumen dibagikan beberapa jam sebelum hari pemilihan. Sejauh ini, belum terungkap ada persekongkolan atau rahasia yang memalukan.

Tapi tim Macron sadar bahwa ada risiko besar di situ. Dugaan saya adalah bahwa peretas berhasil mengakses akun email tersebut berkat kampanye phishing dan penggunaan ulang kata kunci, karena masih sulit untuk memperbaiki semua kelemahan keamanan kita.

Sudah jelas bahwa semua pemilihan akan seperti sekarang. Semua anggota tim politik perlu mengikuti kursus tentang "Enkripsi 101" sebelum bergabung dalam sebuah kampanye.

3 dari 3 halaman

Setidaknya itu cara yang bagus untuk mendidik politisi sehingga mereka berhenti mengambil cara lewat “pintu belakang”.

Sekarang, saatnya para “pemandu sorak” teknologi berhenti mengatakan bahwa teknologi adalah hal yang baik dan akan selalu memperbaiki dirinya sendiri.

Teknologi telah mengubah politik dan tidak akan ada kata kembali.

Alih-alih bertarung, mari kita merangkulnya dan memperbaiki internet sebelum benar-benar mengacaukan otak “bodoh” kita.

Agus Surono/intisari

Selanjutnya