TRIBUNJUALBELI.COM - Merek Proton di Indonesia masih cukup bertahan meski perjuangannya tidak mudah.
Saat ini, mereka kembali bangkit dengan menelurkan tiga model baru di 2017, dimulai dengan Proton Iriz, kemudian bakal disusul oleh Saga dan Persona.
Stok model lawas yang saat ini masih disimpan diler, terutama yang belokasi di wilayah Jabodetabek, masih ada di angka 100-an unit, dengan vehicle identification number (VIN) tahun 2013-2014.
Untuk merangsang masyaarakat, pihak diler memberikan potongan harga besar-besaran, 40 persen sampai 50 persen dari harga awal.
(Baca juga: Mobil Proton Bekas, Masih Mulus, Mulai Rp 50 Jutaan, Mau? )
“Terkait dengan berapa diskonnya untuk yang stok lama, lebih kurangnya ada 40-50 persen dari harga price list kami di awal. Contohnya seperti Proton Saga, sewaktu kami launch harganya Rp 145 juta OTR Jakarta, sekarang jadi Rp 85 juta, kira-kira diskon Rp 60 juta alias 40 persenaan,” ujar Andrea Dharmawan, Director Proton Edar Jabodetabek, Sabtu (18/2/2017).
Kemudian, lanjut Andrea, ada lagi untuk model Proton Preve, yang dari harga semula Rp 285 juta, dipangkas menjadi Rp 180 juta saja, atau diskon lebih dari Rp 100 juta.
Lalu Exora, yang dahulu dihargai Rp 198 juta, saat ini bisa diboyong dengan harga Rp 145 juta.
“Memang diler kami hanya mengelola wilayah Jabodetabek, tapi bagi yang di luar daerah ingin membelinya, kami akan urus. Saat ini proses pengiriman sudah mudah,” ucap Andrea.
Diler proton yang untuk Jakata dan sekitarnya, berlokasi di Pondok Indah, Tanjung Duren, dan Depok. (*)
Berdarah “Malaysia”, Proton Tidak Khawatir Jualan di Indonesia
Secara diplomatik, hubungan Indonesia dan Malaysia berjalan cukup baik, walaupun sempat terjadi beberapa gesekan-gesekan. Namun, jika melihat realita di dunia maya, suka tampak sedikit ada kalimat-kalimat bernada menjatuhkan antar masyarakat di kedua negara ketika berkomunikasi.
Namun, bukan tidak mungkin sentimen negatif ini bisa terwujud di dunia nyata, walupun sebenarnya itu bukan sikap yang tepat. Proton, sebagai produsen mobil berdarah Malaysia yang sudah sejak lama berbisnis di Indonesia, menampik kondisi tersebut berimbas negatif pada penjualan mobilnya.
“Menurut saya itu adalah kesalahpahaman, karena kita seperti kakak beradik, dan kita rumpun yang sama. Salah paham itu biasa tapi saya percaya rakyat Indonesia lebih sophisticated atau bijaksana dan berkualitas dari itu,” ujar Dato’ Ahmad Fuaad Kenali Chief Executive Proton Holdings Berhad saat ditanyakan KompasOtomotif, Selasa (18/2/2017).
Terkait dengan bisnisnya, Dato’ Ahmad menambahkan, pihaknya tidak menganggap ada masalah dengan Indonesia. Proton hanya memberikan produk dan mobil yang berkualitas untuk Indonesia, di mana mereka sudah sangat membutuhkannya (tanpa terpengaruh sentimen tersebut).
“Hal yang lebih penting dari itu adalah prinsip, rakyat Indonesia butuh mobil yang bagus, butuh mobil yang aman dan kalau kami jual barang bagus, sudah semestinya rakyat Indonesia menerima mobil yang sama kualitasnya dengan yang hadir di China dan Jepang,” ujar Dato’ Ahmad.
“Saya rasa masalah perselisihan ini hanya anak kecil, hanya saja kita yang membesarkanya. Kita punya history panjang dan mirip, juga sama-sama ASEAN. Saya tidak melihat ada masalah, dan saya pikir masyarakat Indonesia, akan mengapresiasi produk berkualitas yang kami tawarkan ke pasar,” ucap Dato’ Ahmad. (Ghulam Muhammad/ Kompas.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!