TRIBUNJUALBELI.COM - Setiap pagi kala kita hendak berangkat ke kantor, sudah bukan hal yang aneh bila kita akan selalu berhadapan dengan kemacetan di tengah jalan.
Sementara setiap sore ketika jam pulang kantor tiba, kita juga harus menghadapi kemacetan yang sama, terlebih bagi kita yang tinggal di ibukota.
Duh, capek!
Apalagi kalau kita paham risiko dari rutinitas menghadapi kemacetan yang sama di tengah jalan setiap harinya ini.
Salah satunya, pelan-pelan kebahagiaan kita bisa terganggu, lho.
Lantas, adakah cara untuk mengurangi stres di jalan akibat kemacetan ini?
Menurut Adrianto Sugiarto Wiyono, Instruktur Senior dan Peneliti Keselamatan Berkendara dari Indonesia Defensive Driving Center, secara umum yang dapat kita lakukan untuk mengurangi stres di tengah kemacetan yaitu dengan mengalihkan perhatian.
"Tentunya bukan pengalihan yang berat, tujuannya untuk meminimalkan stres saat macet," kata Rian—sapaan akrabnya—sebagaimana dilansir dari situs GridOto.com.
Misalnya, kita bisa mendengarkan musik atau saling mengobrol di tengah kemacetan untuk mengalihkan perhatian.
"Saya pun berani menyatakan itu adalah solusi terbaik yang ada," ungkap Rian.
Ia mengatakan, selain itu ada langkah preventif lain yang bisa kita lakukan, misalnya dengan memantau kondisi lalu lintas lewat dunia maya.
Kemudian bisa juga dengan menyiapkan waktu yang cukup, misal dengan berangkat satu jam atau dua jam lebih awal dari jadwal seharusnya untuk menghindari kemacetan—dan otomatis mengurangi tingkat stres di jalan.
Pilihan lainnya, kita bisa memilih pergi berkendara pada waktu-waktu yang aman.
Meskipun kenyataannya, "Kadang kita tahunya kondisi sudah lancar, eh enggak tahunya macet atau istilah lainnya terjebak kemacetan," ujarnya.
Nah, bagaimana dengan bermain HP di tengah kemacetan?
Yup! Sering kali, untuk mengusir rasa bosan di jalan akibat macet, kita memilih untuk membuka media sosial dan bercengkerama dengan teman secara daring.
Padahal, andai saja kita mau sedikit menengok pasal 106 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di situ disebutkan, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”
“Yang dimaksud dengan ‘penuh konsentrasi’ adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan,” tulis pasal 106 ayat (1) pada bagian penjelasan pasal demi pasal UU No. 22 tahun 2009 itu.
Artinya, meski terjebak di tengah kemacetan, sebaiknya kita memang tidak menggunakan telepon genggam.
Yah, namanya juga kemacetan, sama sekali bukanlah sesuatu yang bisa kita prediksi atau hindari.
Bila memang betul-betul ingin mengurangi stres, barangkali kita bisa mencoba menumpang transportasi umum untuk bermobilisasi dari satu tempat ke tempat lain.
Lebih hemat dan ampuh mengurangi stres akibat kemacetan juga, nih, tentunya! (*)
(Jeanett Verica)
Artikel ini telah tayang di NOVA.id dengan judul Bukan Medsos, Ini Cara Jitu Mengurangi Stres Akibat Kemacetan di Jalan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!