TRIBUNJUALBELI.COM - Amel, anak sulung Ussy Sulistiawaty jadi korban bully warganet di kolom komentar akun Instagram pribadinya.
Akibat ulah oknum warganet, Amel menolak makan.
Dia enggan menyantap makanan lantaran berusaha mendapat bentuk tubuh langsing.
“Amel ternyata tahu dia di-bully, dikasih tahu temannya. Dia enggak mau makan biar kurus lewat caranya dia,” kata Ussy Sulistiawaty setelah membuat laporan di Polda Metro Jaya, Selasa (11/12/2018) sebagaimana dilansir oleh Tribun News.
Ussy Sulistiawaty memberi nasihat kepada Amel untuk tidak diet dengan cara berhenti makan, melainkan rajin berolahraga.
Bahkan Ussy juga semakin sedih saat Amel berkata ‘Amel mau disandingkan sama mama, Amel kalah. Amel jelek, mama cantik'.
Berkaca dari kasus bully yang dialami putri Ussy, memang anak-anak yang dirundung baik secara verbal atau fisik dapat meningkatkan risiko depresi bertahun-tahun.
Lantas bagaimana efek bully pada anak dan cara mengatasinya?
HUBUNGAN ANTARA BULLYING DAN DEPRESI
Faktanya, dilansir dari houstonbehavioralhealth.com satu penelitian mengungkap bahwa beberapa orang yang di-bully saat masih anak-anak masih mengalami masalah kesehatan mental hingga 40 tahun mendatang setelah dibully.
Itu adalah hal yang benar-benar menghancurkan kehidupan seseorang.
Depresi dapat menyebabkan berbagai masalah hingga ke titik ekstrim, dapat menyebabkan bunuh diri.
TANDA-TANDA DEPRESI JANGKA PANJANG DARI BULLYING
Ketika anak Anda terlihat sangat murung, pasti ada sesuatu yang terjadi.
Mereka mungkin mulai menarik diri dan meyimpan kesedihan untuk dirinya sendiri, itu pertanda bahwa dia depresi.
Mereka mungkin berhenti melakukan hal-hal yang disukainya.
Nilai di sekolah juga akan terpengaruh deng mereka mungkin akan gagal dalam beberapa kelas.
Depresi, jika tidak ditangani, dapat menyebabkan masalah besar di sepanjang kehidupan anak Anda.
BAGAIMANA CARA MENGATASI BULLYING PADA ANAK ANDA?
Sebagai orang tua, ini bisa menyebabkan patah hati dan mungkin juga memunculkan kebingungan tentang bagaimana cara menolong anak Anda.
Tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda atau remaja melawan intimidasi dan menyingkirkan depresi mereka.
1. Anda perlu mencari masalahnya hingga ke akarnya.
Bicarakan dengan anak Anda dan setelah Anda tahu siapa yang telah mengintimidasi anak Anda.
Jika itu terjadi di sekolah, pihak sekolah harus dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah berlanjutnya tindakan bullying.
Setelah bullying berhenti, barulah proses penyembuhan dapat dimulai.
2. Langkah selanjutnya untuk penyembuhan adalah dialog
Dengan melakukan percakapan terbuka dengan anak Anda tentang tanda-tanda depresi mereka, Anda menunjukkan kepada mereka bahwa Anda peduli.
Selanjutnya, jika depresi mereka parah, Anda harus mencari bantuan profesional.
Dengan membiarkan seorang terapis atau psikiater berbicara dengan anak Anda, mereka dapat bekerja sama untuk mencari solusi.
Kadang-kadang obat diperlukan untuk mengobati depresi bersama dengan beberapa jenis terapi yang berbeda.
MENANGANI DEPRESI MEMERLUKAN USAHA BERSAMA
Mulai dari rumah, anggota keluarga Anda harus 100% mendukung anak dalam masa-masa sulitnya.
Jika anak Anda yang depresi memiliki saudara, jelaskanlah kepada para saudaranya apa yang sebenarnya terjadi.
Pastikan untuk meminta mereka bersabar dan memberi dukungan pada saudaranya itu.
Selanjutnya, Anda akan membutuhkan bantuan dari konselor sekolah Anda dan staf lain.
Psikolog atau psikiater juga sangat diperlukan untuk membantu anak Anda pulih dengan memasukkan mereka dalam program terapi.
Memang butuh banyak orang dan lingkungan yang mendukung untuk menyembuhkan depresi satu anak.
Libatkanlah sebanyak-banyaknya elemen untuk proses pemulihan demi kebaikan masa depannya.
(*)
Artikel ini telah tayang di intisari.grid.id dengan judul Putri Ussy Sulistiawaty Jadi Korban Bully, Apa Dampak dan Bagaimana Mengatasi Bullying?
