TRIBUNJUALBELI.COM - Sebenarnya, kolesterol adalah zat menyerupai lemak yang ada di setiap sel dan darah manusia.
Kolesterol diproduksi oleh hati dan diperoleh dari makanan yang penting bagi tubuh. Fungsinya membantu pembentukan selaput sel dan hormon adrenal.
Tanpa kolesterol, tubuh tidak bisa mensintesis vitamin D, juga nutrisi yang penting bagi tulang kita serta banyak fungsi tubuh.
Namun kadar kolesterol di tubuh tetap harus dijaga. Sebabnya jika dibiarkan menumpuk, ada banyak konsekuensi yang harus Anda tanggung.
Beberapa di antaranya seperti risiko aterosklerosis, kondisi kardiovaskular yang seringkali berakibat fatal, dan gangguan organ lainnya seperti penyakit hati, diabetes, masalah tiroid dan genetika.
Pemeriksaan sederhana dapat menunjukkan angka kolesterol total, sedangkan pemeriksaan yang lebih kompleks dapat menunjukkan informasi tambahan berupa angka high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), dan trigliserida
Kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg, sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg.
Untuk mencegah semua risiko itu, para ahli merekomendasikan pengujian kadar kolesterol dengan LDL, HDL, dan trigliserida secara berkala, minimal 6 bulan sekali.
Meski dapat terjaga dengan hidup sehat, ada baiknya kita tahu apa saja tanda-tanda kolesterol yang tinggi dalam tubuh.
Selain melalui pemeriksaan laboratorium, sebenarnya ada tanda-tanda fisik yang dapat dicermati untuk mendeteksi tingginya kadar kolesterol total dalam darah.
Berikut beberapa gejala fisik kolesterol tinggi yang paling sering dijumpai, yaitu :
1. Cepat mengantuk
Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan oksigen ke otak akibat pembuluh darah yang menyempit karena adanya timbunan lemak akibat kolesterol.
2. Sering pusing belakang kepala
Pusing di belakang kepala diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah di sekitar kepala bisa jadi merupakan gejala fisik kolesterol tinggi.
Penyumbatan ini terjadi lantaran kolesterol yang mulai membentuk plak di pembuluh darah.
Jika dibiarkan, maka pembuluh darah akan pecah dan menyebabkan stroke.
3. Tengkuk dan pundak pegal
Pegal di tengkuk dan pundak merupakan implikasi dari aliran darah yang tidak lancar pada pembuluh darah di daerah tersebut.
Aliran darah yang tidak lancar juga disebabkan adanya penyumbatan pembuluh dari kolesterol.
4. Sering pegal di tangan dan kaki
Pembuluh darah di tangan dan kaki juga dapat tersumbat akibat penumpukan kolesterol.
Pegal di tangan dan kaki akibat penumpukan kolesterol biasanya terjadi terus-menerus meskipun tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
5. Sering kesemutan
Kesemutan merupakan implikasi dari aliran darah yang tidak lancar di bagian tubuh tertentu.
Kesemutan berhubungan dengan saraf yang tidak mendapat aliran darah.
Hal ini bisa juga termasuk gejala fisik kolesterol tinggi.
6. Dada sebelah kiri seperti tertusuk
Dada sebelah kiri berhubungan dengan organ pemompa darah yaitu jantung.
Penyumbatan di pembuluh darah sekitar jantung dapat mengakibatkan rasa nyeri seperti ditusuk.
Bahkan rasa nyeri bisa menjalar hingga ke daerah di sekitar leher.
Nyeri dada juga bisa menjadi tanda-tanda dari serangan jantung.
7. Timbunan lemak di atas kelopak mata
Secara klinis ada beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk awal seseorang memiliki kolesterol tinggi, yaitu adanya timbunan lemak di atas kelopak mata.
Biasanya timbunan ini mengandung kadar trigliserida (molekul asam lemak) yang tinggi.
8. Mudah lelah
Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa menyebabkan kondisi seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner atau coronary microvascular disease (CMD).
Kondisi-kondisi seperti inilah yang menyebabkan badan terasa mudah lelah.
Gejala fisik kolesterol tinggi diatas merupakan gejala yang dapat dirasakan, untuk hasil yang lebih akurat sebaiknya melakukan tes darah di laboratorium klinik atau rumah sakit. (Nakita/Soesanti Harini Hartono)
Artikel ini sudah tayang di laman Nakita dengan judul Berita Kesehatan: Kolesterol Tinggi Bisa Sebabkan Stroke, Waspadai Gejala-gejalanya
