TRIBUNJUALBELI.COM - Tak ada seorang pun yang menginginkan tinggal di hunian yang sumpek, gelap dan pengap.
Meski hanya berdiri di lahan sempit, hunian yang dapat memberikan rasa nyaman tentu menjadi impian banyak orang.
Inilah yang melatari kisah keluarga Indra Nugroho dan Viki Pratiwi Putri.
Pasangan ini membeli sebuah rumah di kawasan Bandung yang hanya memiliki luas bangunan 47 meter persegi.
Dengan luas segitu, Viki mengakui bahwa sulit sekali rumahnya mendapatkan banyak cahaya dan udara secara alami.
Cahaya hanya mampu masuk di bagian depan rumah saja, ruang tengah tetap gelap dan harus menyalakan lampu meski siang hari.
Untuk alasan itulah, Viki dan suami memutuskan untuk merenovasi huniannya hingga 80%.
“Kami menyadari, rumah kami tidak besar. Meskipun begitu, kami ingin memiliki hunian yang tampak luas, terasa tidak sumpek, banyak cahaya masuk dan sirkulasi udaranya lancar. Inilah poin penting yang ingin kami ciptakan ke dalam hunian kami,” ungkap Viki.
Arsitek dari Prestige Atelier, Alex Ryandi, menjawab tantangan tersebut dengan trik yang sangat jitu.
Tidak mengubah layout rumah, Alex hanya melakukan penambahan dan perubahan pada fungsi ruang.
Untuk persoalan kurangnya cahaya yang masuk karena kondisi lahan yang memanjang ke belakang, Alex siasati dengan memasang skylight.
Area tengah rumah dibuat kosong tanpa adanya fungsi ruang, dan tepat bagian atasnya dipasang skylight.
Ide ini sebagai jalan masuknya cahaya yang kemudian menyebar ke penjuru ruang.
Skylight dipilih yang tidak terlalu bening, minimal ada tambahan warna (kecokelat-cokelatan agar terkesan hangat) dan diposisikan lebih tinggi dari plafon agar ruang tidak terasa panas dan pengap.
Dengan plafon yang tinggi juga membuat sirkulasi udara di rumah ini lebih lancar.
Dengan begitu, rumah mungil ini jadi jauh lebih terang dan sejuk.
(*)
(Sara Agustriana)
Artikel ini telah tayang di iDEA.grid.id dengan judul Ini Caranya Rumah Mungil Mendapatkan Cahaya dan Udara Secara Maksimal

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!