TRIBUNJUALBELI.COM - Rasanya jarang banget meihat tampilan motor trail, apalagi yang standar tidak memakai pelek jari-jari.
Dalam kondisi standar pabrik, motor jenis dual-purpose seperti trail dan adventure umumnya dibekali pelek jari-jari.
Bukan tanpa sebab kenapa motor trail atau adventure bawaan pabrik dibekali pelek jari-jari.
Ada alasan tersendiri mengapa motor jenis tersebut dilengkapi dengan pelek jari-jari bukan dengan pelek casting wheel atau racing.
Pasti ada keuntungan atau kelebihan tersendiri dari pelek jari-jari jika digunakan di motor jenis trail.
“Alasannya karena pelek jari-jari lebih fleksibel dan mampu meredam benturan saat melintasi lubang atau permukaan jalan yang tidak rata,” jawab Nardi, bagian sales di toko V-Rossi di Jakarta Barat.
Hal tersebut dimungkinkan karena konstruksi pelek jari-jari sendiri yang terdiri dari beberapa bagian yang dirakit.
“Pelek jari-jari juga dipilih karena bobotnya lebih ringan dan lebih tangguh saat dipakai offroad, sehingga cocok dipakai di motor trail atau adventure,” lengkapnya.
Karakter pelek racing sendiri lebih kaku dan kurang nyaman saat digunakan dijalan rusak, sehingga kurang pas dipakai pada motor jenis trail.
Beda dengan pelek jari-jari yang lebih fleksibel dapat membantu meredam guncangan saat motor melintas di jalan yang tidak rata.
Sedangkan pelek racing atau cast wheel yang cenderung lebih kaku banyak dipakai pada motor tipe sport untuk kegiatan balap karena lebih stabil di permukaan jalan mulus.
Walaupun begitu, pelek jari-jari sah saja dipasang pada motorjenis lain asalkan spesifikasinya sesuai dengan bobot dan tenaga motor. (*)
(Otomotifnet.gridoto.com/ Joni Lono Mulia)
Artikel ini sudah tayang di laman Otomotifnet.gridoto.com pada tanggal 12 September 2018 pukul 10:30 WIB, dengan judul "Ada Maksudnya, Alasan Motor Trail Pakai Pelek Jari-Jari Bukan Yang Lain"
Motor Susah Nyala Saat Pagi Hari? Coba Cek 3 Bagian Ini
TRIBUNJUALBELI.COM - Ada beberapa penyebab motor jadi sulit sekali dinyalakan saat pagi hari.
Permasalahan ini sering kali menimpa motor yang masih menggunakan sistem pembakaran jenis karburator.
Suma, mekanik sekaligus pemilik Suma Jaya Motor berbagi penyebab motor sulit dinyalakan pada saat pagi hari.
Dirangkum menjadi 3 komponen utama yang sering menjadi akar masalah motor susah hidup di pagi hari.
1. Karburator
Karburator yang mensuplai campuran udara dan bensin ke ruang bakar punya peran penting untuk menghidupkan mesin.
Saat pagi hari, udara dingin biasanya membuat karburator kesulitan memberikan campuran udara dan bensin yang ideal ke ruang bakar.
Ada baiknya saat mau menyalakan mesin di pagi hari dibantu dengan membuka tuas Choke.
"Pakai choke agar asupan debit bensin yang digelontorkan lebih banyak.
Dengan begitu proses pembakaran di mesin jadi lebih optimal saat baru dinyalakan," tambah Suma yang jebolan AHASS Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.
2. Busi
Busi juga bisa jadi biang kerok saat motor sulit dinyalakan pagi hari.
Apalagi busi yang digunakan sudah berumur yang bikin kinerjanya berkurang.
"Kalau sudah hitam legam dan celah businya sudah longgar, ya harus diganti," wanti Suma.
Beberapa pabrikan juga mengisyaratkan ganti busi setelah 20.000 km pemakaian.
3. Celah Klep
Kapan terakhir kali motor kamu diatur kerenggangan celah klepnya?
Pertanda motor pagi hari sulit dinyalakan bisa disebabkan karena jarang mengatur kerenggangan celah klep.
Kalau celahnya terlampau renggang juga bisa bikin motor sulit menyala.
Celah klep terlalu renggang bikin aliran bensin ke ruang bakar menjadi sedikit.
Makanya mesin menjadi agak sulit dihidupkan.
(*)
Artikel ini telah tayang di gridoto.com dengan judul Tiga Hal Yang Harus Kamu Cek Kalau Motor Sulit Menyala di Pagi Hari

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!