TRIBUNJUALBELI.COM - Penggunaan formalin dalam makanan dimaksudkan agar makanan lebih awet dan tidak mudah hancur.
Padahal, formalin (larutan formaldelhida/HCHO) amat berbahaya bagi kesehatan manusia.
Di bidang kedokteran, zat kimia ini digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi dan mayat.
Sedangkan di bidang industri digunakan pada industri mesin, tekstil, pupuk dan kimia.
Kandungan formalin pada makanan tak dapat dihilangkan meskipun sudah dilakukan perendaman atau pencucian dengan air panas.
Umumnya makanan berformalin memiliki bentuk fisik yang kaku. Bila kandungan formalinnya banyak, bau makanannya menyengat.
Tapi jika dosisnya rendah, hanya bisa dideteksi dengan uji coba laboratorium.
Penggunaan formalin lebih banyak terdapat pada makanan yang tidak berlabel dagang resmi.
Misalnya saja, mi basah, tahu, bakso, ikan segar, dan ikan asin adalh bahan makanan yang kerap diberikan formalin.
Berikut ini ciri-ciri formalin, pada beberapa makanan:
1. Mi Basah
- Mi lebar mekar
- Tidak lengket bahkan cenderung terlalu berminyak
- Bau bacin menyengat khas formalin
- Tak dihinggapi lalat
- Tak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar (25°C), dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10°).
2. Tahu
- Tak mudah hancur
- Kekenyalannya lebih kuat (keras, namun tidak padat).
- Bau agak menyengat khas formalin
- Warnanya sedikit pucat
- Tak dihinggapi lalat
- Tak rusak hingga 12 jam pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 2 minggu pada suhu lemari es
3. Bakso
- Tekstur dagingnya kenyal
- tak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar
4. Ikan segar
- Tak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar
- Warna insangnya merah tua dan tidak cemerlang
- Bau menyengat khas bau formalin
- Tak dihinggapi lalat
5. Ikan asin/udang kering (ebi)
- Tak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar.
- Tak dihinggapi lalat
- Warnanya bersih cerah, namun tidak berbau khas ikan asin/ebi kering.
Bagaimana memilih makanan yang aman alis terbebas dari zat kimi terlarang?
Mulailah amati warna makanan tersebut, mencolok atau tidak. Snack, kerupuk, mi, es krim yang terlalu berwarna mencolok ada kemungkinan telah ditambahi zat pewarna yang gak aman.
Begitupun dengan daging sapi olahan yang warnanya tetap merah, sama dengan daging segarnya.
Perhatikan kualitas makanan tersebut, apakah masih segar, atau malah sudah berjamur yang bisa menyebabkan keracunan.
Bila berbau apek atau tengik pertanda makanan itu sudah rusak atau terkontaminasi oleh mikroorganisme.
Amati komposisinya. Bacalah dengan teliti adakah kandungan bahan-bahan makanan tambahan yang berbahaya yang bisa merusak kesehatan.
Nah, mulai saat ini telitilah membeli makanan agar tidak mengancam kesehatan kita. (*)
(Nakita.grid.id/Fadhila Afifah)
Artikel ini sudah tayang di laman Nakita.grid.id pada tanggal 19 Maret 2018 pukul 18:37 WIB, dengan judul "Curiga Pada Makanan Berformalin? Catat Tanda dan Ciri-cirinya Moms!"

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!