TRIBUNJUALBELI.COM - Google menegaskan bantahannya terhadap gugatan hukum Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat yang menuduh raksasa teknologi itu telah membeda-bedakan gaji karyawan berdasarkan jenis kelaminnya.
Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS telah melakukan audit terhadap rekam jejak pembayaran kompensasi di Google dan juga perusahaan-perusahaan teknologi lainnya.
Departemen Tenaga Kerja AS lalu mengklaim bahwa mereka mengetahui Google telah membayar gaji karyawan perempuan jauh lebih rendah ketimbang karyawan laki-laki.
Mereka pun menggugat Google ke pengadilan.
Simak Juga : Ini Dia Smartphone Flagship Killer Keluaran Terbaru dari Google!
“Kami menemukan kesenjangan pembayaran kompensasi yang sistemik kepada karyawan perempuan, kurang lebih di seluruh lini kerja [Google],” kata Janette Wipper (Direktur Wilayah, Departemen Tenaga Kerja AS) dalam kesaksiannya pada sidang perkara di San Francisco, Jumat (7/4) lalu.
Tentu saja, Google menolak mentah-mentah tuduhan tersebut karena mereka merasa sudah melakukan langkah-langkah positif dalam meningkatkan kesetaraan gender dan mencegah tindakan diskriminasi terhadap suku, agama, dan jenis kelamin tertentu.
Google balik menuduh Departemen Tenaga Kerja AS telah mengajukan gugatan yang tidak berdasar karena badan pemerintah itu tidak mau mengungkapkan metodologi maupun data yang dipakai.
Melalui tulisan di blog resmi Google, Eileen Naughton (VP of People Operations, Google) menjabarkan metode ilmiah yang dipakai Google untuk menghitung dan menentukan gaji karyawan, tanpa keberpihakan (bias) terhadap jenis kelamin tertentu.
“Sangat penting bagi kami bahwa laki-laki dan perempuan yang bekerja di Google pada jabatan yang sama memperoleh bayaran setara, saat mereka memulai dan sepanjang karier mereka di sini,” kata Naughton.
“Itulah alasan kami membagikan hasil analisis tingkat atas (top-level) kepada publik pada tahun 2016 sebagai bukti komitmen kami terhadap praktik kesetaraan penggajian,” lanjutnya.
Di dalam analisis tersebut, Google menyebutkan bahwa beberapa faktor pertimbangan dalam menghitung gaji seorang karyawan adalah jabatan, level pekerjaan (eselon), lokasi kantor, dan penilaian kinerja terakhir.
Kalkulasi gaji dilakukan oleh analis yang tidak mendapatkan informasi tentang jenis kelamin karyawan yang bersangkutan.
Besaran gaji yang dihitung analis selanjutnya diolah ke dalam model kesetaraan penggajian Google.
Pada proses ini, terdapat empat tahap yang membandingkan antara besaran gaji yang disarankan dan rata-rata gaji yang diperoleh setiap jenis kelamin.
Tujuannya untuk memastikan bahwa besaran gaji itu tidak terlalu rendah atau tinggi dibandingkan dengan rata-rata gaji berdasarkan statistik.
“Faktanya, analisis tahunan kami menggunakan metode yang sangat ilmiah dan tepercaya dengan selang kepercayaan setara uji klinis (>95%)."
"Hasil analisis ini meyakinkan kami bahwa tidak ada kesenjangan penggajian berdasarkan jenis kelamin di Google,” Naughton menyimpulkan.
Naughton menambahkan bahwa Google sudah membuka model analisis kesetaraan penggajian ini kepada perusahaan lain yang ingin melakukan pemeriksaan serupa pada divisi sumber daya manusianya.
(Erry FP/Infokomputer)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!