zoom-in lihat foto Melalui 6 Tanda Ini, Kamu Bisa Tahu Apakah Lawan Bicaramu Sedang Berbohong atau Tidak
ilustrasi (sumber foto : Azvision.az)

TRIBUNJUALBELI.COM - Dalam beberapa momen pembicaraan, kamu tentunya berharap dapat menerima informasi yang benar, bukan bohong.

Jika kamu merasa ada yang mencurigakan pada ucapan orang lain, ada cara untuk mendeteksinya.

Sebuah studi yang dipublikasikan di The American Journal of Forensic Psychiatry mengungkapkan sejumlah tanda-tanda kebohongan.

Melansir spring.org.co.uk ada Senin (16/7/2018), disebutkan bahwa orang-orang berbohong umumnya hanya memberikan sedikit informasi menurut kemauan mereka.

Orang yang berbohong sebisa mungkin akan menyembunyikan sebuah cerita dan membuatnya sederhana.

Praktik pengungkapan semacam ini umumnya dilakukan oleh pihak kepolisian.

Oleh sebab itu, seorang ahli bernama Profesor R Edwar Geiselman, menyarankan penyidik kepolisian untuk berusaha sebisa mungkin membuat tersangka berbicara.

Tanda lain yang menunjukkan seseorang berbohong adalah ketika orang tersebut menawarkan penjelasan tanpa diminta.

Selain itu, berikut ini enam tambahan lain yang dipakai untuk menemukan tanda kebohongan, berdasarkan studi yang dilakukan Profesor Geiselman dan rekannya.


2 dari 3 halaman

1. Memerhatikan reaksi secara seksama

Mereka akan memperhatikan secara seksama reaksi kalian, berharap itu yang kalian inginkan darinya.

2. Mengulangi perkataannya

Orang yang menipu terkadang mengulangi pertanyaan sebelum menjawabnya.

Mungkin mereka ingin mengulur-ngulur waktu.

3. Bahasa tubuh

Bahasa tubuh dapat menceriakan apakah seseorang telah berbohong.

Pembohong akan menekan bibir mereka atau juga terlihat menata-nata rambut

4. Tempo berubah

Orang yang berbohong akan mengubah tempo pembicaraan mereka.


3 dari 3 halaman

Berbanding pada orang jujur, tak akan mengubah pembicaraan berapi-api secara dramatis dalam satu kalimat.

5. Menghindari hal spesifik

Pembohong mencoba menghindari hal yang detil saat diminta memberikan informasi lebih spesifik.

6. Menatap mata lawan bicara

Orang jujur sering berkosentrasi pada jawaban mereka, sementara pembohong memandangi lawan bicara.

Namun, hal yang telah disebutkan di atas tak mutlak dapat menentukan apakah lawan bicara kalian memang berbohong.

Kemampuan itu, kata Geiselman, mengatakan, perlu diasah dan dikembangkan lewat pelatihan-pelatihan secara rutin.

"Jawaban yang berdasarkan insting semata tak berlaku," kata Profesor Geiselman.

Selanjutnya