zoom-in lihat foto Waspadalah, Hal Sepele Ini Ternyata Bisa jadi Penyebab Pertengkaran Rumah Tangga
ilustrasi (sumber foto : net)

TRIBUNJUALBELI.COM - Pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang sering terjadi di masyarakat, bukan hanya terjadi di kalangan artis tetapi juga di lingkungan sekitar.

Ada berbagai macam alasan pasangan rumah tangga bertengkar, mulai dari kesalah pahaman, faktor ekonomi hingga isu perselingkuhan.

Namun, tahukah kamu bahwa ada hal sepele yang juga bisa menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangga?

Hal sepele tersebut adalah pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring.

Yah, pekerjaan rumah tangga memang menjadi pekerjaan yang tak mudah dilakukan.

Sebab, pekerjaan rumah tangga tak pernah ada selesainya.

Hal ini pun sebaiknya dilakukan tidak hanya dibebankan pada satu orang saja.

Perlu ada kerja sama antar anggota keluarga untuk menyelesaikannya.

Dilansir dari The Independent pada Sabtu (14/7/2018), menyatakan bahwa pekerjaan rumah tangga berpotensi merusak hubungan antar pasangan.

Satu di antara pekerjaan tersebut adalah mencuci piring.


2 dari 3 halaman

Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan tentang dinamika hubungan dan bagaimana pasangan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga bersama.

Pekerjaan rumah tangga tersebut antara lain adalah belanja, cuci piring, mencuci, setrika dan membersihkan rumah.

Berdasarkan laporan The Council of Contemporary Families dari riset tersebut mengatakan bahwa wanita yang mencuci sebagian besar piring kotor sendiri, melaporkan lebih banyak mengalami perselisihan dalam hubungannya bersama pasangan.

Bahkan wanita tersebut memiliki kepuasan hubungan yang lebih rendah, dan kepuasan seksual lebih sedikit dibanding wanita yang mencuci piring bersama pasangan mereka.

Dalam penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa berbagi tanggung jawab pekerjaan rumah tangga khususnya mencuci piring adalah sumber kepuasan terbesar bagi wanita.

Membersihkan piring kotor memang menjadi pekerjaan yang melelahkan.

Terlebih jika piring-piring kotor itu menumpuk terlalu lama di dapur.

Namun, menurut Dan Carlson, asisten profesor sosiologi dari University of Utah permasalahannya bukan hanya itu.

Pekerjaan mencuci piring ternyata dianggap sebagai pekerjaan yang tidak dihargai.

"Tugas ini juga secara tradisional disediakan untuk wanita - yang melihat diri mereka seolah dijadikan pelayan, sehingga menyebabkan kebencian dan ketidakpuasan," paparnya.


3 dari 3 halaman

Pada 2006, sebesar 30 persen pasangan mengatakan bahwa mereka kerap berbagi tugas belanja.

Sedangkan 29 persen mengatakan berbagi tanggung jawab dalam hal mencuci piring.

Menurut penelitian, meskipun saat ini banyak pasangan yang kerap berbagi tugas rumah tangga, mencuci piring tetap memiliki efek merusak hubungan jika dipikul hanya satu orang saja.

Hal ini karena individu dan pasangan membanding-bandingkan pengaturan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dengan orang-orang di sekitar mereka, dan menghitung untung rugi tentang pengaturan dan hubungan mereka secara keseluruhan.

Untuk menghindari rusaknya hubungan rumah tangga, sebaiknya pekerjaan rumah diselesaikan bersama-sama, terutama mencuci piring.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Selanjutnya