TRIBUNJUALBELI.COM - Usai liburan di Yogyakarta, Zaskia Adya Mecca kembalik memboyong keluarganya kembali ke Jakarta.
Momen bahagia usia liburan pun dibagikan istri Hanung Bramantyo dalam akun instagramnya.
Namun disela-sela postingan bahagia itu justru ada momen dimana dirinya merasa khawatir.
Yaitu saat, sang anak tiba-tiba mengeluh karena sesak napas.
Hal ini terlihat dari postingannya di instastory kemarin malam (08/07/2018).
Dalam postiang itu terlihat putri sulungnya mendapatkan pertolongan pertama dari sesak napas itu.
Tak banyak yang ditulis Zaskia dalam postingan itu.
Ia juga tak menuliskan sakit apa yang diderita Sybill hingga membuat bocah 7 merasa sesak napas.
Menurut dokter yang bertugas di RS Untan Pontianak, dr Mira Delima Asikin MD MMR, sesak napas adalah suatu gejala penyakit yang tidak boleh diremehkan.
Ia mengatakan, ada beberapa penyakit yang mempunyai gejala sesak napas yakni asma, bronkhitis, pneumonia dan gagal jantung.
Frekuensi napas normal pada bayi baru lahir adalah 35-50 kali/menit, usia <2 tahun 25-35 kali/menit, 2-12 thn 18-26 kali /menit.
"Mengetahui gejala sesak napas pada anak adalah dengan melihat gerakan napas pada dada anak, dan menghitung frekuensinya per menit," kata Mira yang dilansir dari Tribunnews.com.
Kemudian Mira menyarankan untuk melihat apakah cuping hidung anak kembang kempis, cekungan di atas tulang dada, serta cekungan di antara sela iga.
Jika kulit tertarik ke dalam, menandakan anak kesulitan untuk bernafas, dan segera bawa ke unit darurat terdekat.
Sesak napas adalah gejala ketika kamu memiliki kadar oksigen yang rendah dalam darah, khususnya di arteri.
Gangguan pada saluran pernapasan juga bisa beresiko menyebabkan beberapa penyakit.
Dirangkum dari alodokter, inilah risiko sesak napas yang terjadi pada anak:
Bronkiolitis
Bronkiolitis terjadi saat adanya infeksi paru umumnya akibat virus, yang menyebabkan terjadinya peradangan dan penyumbatan pada saluran bronkiolus dalam paru-paru.
Umumnya, penyakit ini memang terjadi pada anak dan bayi.
Gejala awal bronkiolitis hampir mirip dengan pilek berupa hidung tersumbat, batuk dan demam.
Kemudian gejala yang semakin memburuk, seperti sesak napas pada anak, napas berbunyi, dan bisa disertai dengan batuk kering, nafsu makan berkurang, muntah setelah diberikan susu, hingga anak menjadi gelisah.
Asma
Penyakit asma terjadi saat adanya peradangan yang disertai penyempitan saluran napas, yang dapat memicu sesak nafas pada anak.
Penyebab asma pada anak mulai dari faktor keturunan, alergi, polusi udara, stres, cuaca dingin, konsumsi obat, infeksi saluran pernapasan hingga paparan zat kimia tertentu.
Pneumonia
Pneumonia merupakan infeksi paru yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, maupun parasit.
Pneumonia awalnya terjadi sebagai infeksi saluran pernapasan bagian atas yaitu tenggorokan, kemudian bergerak atau meluas ke bagian paru-paru.
Pada anak, gejala tergantung penyebab dan usia.
Reaksi anafilaktik
Selain sesak napas mendadak, reaksi anafilaktik juga ditandai dengan sulit berbicara, tenggorokan menyempit, napas berbunyi mengi, hidung tersumbat, batuk, mual, sakit perut, atau muntah, detak jantung yang cepat, kulit terasa gatal atau bengkak.
Umumnya penyebab kondisi ini karena alergi parah terhadap suatu zat.
Waspadai sesak nafas pada anak sebagai salah satu gejala dari penyakit serius yang mungkin diderita anak.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)
