TRIBUNJUALBELI.COM - Pernahkah kamu memperlihatkan kepada bayimu ketika mencoba membuka sebuah paket yang sangat sulit?
Jika ya, itu sangat bagus untuk perkembangan buah hatimu.
Dilansir dari huffingtonpost.com, sebuah penemuan mengatakan bahwa bayi berusia 13 bulan ternyata dapat belajar ketekunan hanya dari melihat perjuangan orang dewasa dalam mencapai tujuan tertentu.
Dalam penelitian tersebut, peneliti memberikan tantangan pada bayi untuk membuka kotak mainan musik.
Bayi yang baru saja menyaksikan perjuangan orang dewasa dengan jenis tugas yang berbeda beberapa detik sebelumnya, seperti membuka paket yang sulit untuk dibuka, bayi tersebut akan berusaha lebih keras untuk mengatasi tantangan kecil mereka sendiri.
Sedangkan bayi yang tidak menyaksikan perjuangan semacam itu, akan cepat menyerah terhadap tugas yang ia hadapi.
Penemuan tersebut diterbitkan pada (21/9/2017) di jurnal Science, dan menunjukkan bahwa memperlihatkan kepada anak-anak tentang kerja keras, bisa mendorong mereka untuk bekerja keras juga.
Penelitian ini telah melengkapi pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa anak usia sekolah yang bertahan melalui tugas-tugas rumit cenderung lebih sukses secara akademis di kemudian hari.
Namun, penelitian yang dilakukan selama dua tahun oleh periset di Standford University itu belum dapat menentukan bagaimana dan kapan anak-anak tersebut benar-benar memecahkan persoalan tersulitnya.
Hingga para periset di Massachusetts Institute of Technology (MIT) ingin mengaplikasikannnya pada bayi.
Dalam studi baru kali ini, periset melihat apakah bayi bisa terinspirasi untuk bertahan dengan menyaksikan sebuah perjuangan yang menghasilkan kesuksesan.
Dalam melakukan riset tersebut, peneliti merekrut lebih dari 260 bayi (dan orangtua mereka).
Bayi-bayi tersebut berusia 13 sampai 18 bulan yang dibagi ke dalam 3 golongan.
Golongan pertama adalah bayi yang menyaksikan perjuangan orangtuanya dan berhasil dengan sebuah tugas.
Golongan kedua, bayi yang menyaksikan orangtuanya menyelesaikan tugasnya dengan mudah.
Golongan ketiga merupakan bayi yang tidak menyaksikan orangtuanya melakukan apapun.
Setelah itu, para bayi-bayi tersebut masing-masing diberi 1 kotak musik dengan tombol besar dan 1 kotak musik dengan tombol tersembunyi, untuk dimainkan.
Meskipun dalam penelitiannya tidak ada bayi yang berhasil memainkan kotak musik dengan tombol tersembunyi, bayi yang telah menyaksikan perjuangan orangtuanya, menekan tombol besar pada kotak musik tersebut secara signifikan lebih sering dan memeriksa mainan lebih lama sebelum mereka menyerah.
Sedangkan bayi di kelompok lainnya, memiliki perbedaan dalam jumlah yang lebih sedikit saat menekan tombol besar pada kotak musik, meski perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Dengan dilakukan penelitian ini, Julia Leonard, seorang mahasiswa pascasarjana di MIT berharap hal tersebut dapat meyakinkan orang tua bahwa mereka tidak harus membuat semuanya terlihat mudah di depan bayi mereka.
(Tribunnews.com/Intan hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!