zoom-in lihat foto Inilah 4 Fakta Tentang Jari yang Dicelupkan pada Tinta Usai Mencoblos
Ilustrasi Tribunnews

TRIBUNJUALBELI.COM - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 digelar pada Rabu (27/6/2018).

Pilkada ini digelar di 171 daerah dengan rincian 17 provinsi untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, 115 kabupaten untuk pemilihan bupati dan wakil bupati dan 39 kota untuk pemilihan walikota dan wakil walikota.

Pemungutan suara dimulai pukul 07:00 hingga 13:00 waktu setempat.

Para warga pun antusias untuk menggunakan hak pilihnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) .

Setelah menggunakan hak pilihnya, para pemilih diwajibkan untuk menyelupkan jarinya pada tinta.

Lalu, pernahkah kamu bertanya-tanya untuk apa menyelupkan jari ke tinta setelah selesai mencoblos?

Ternyata, hal ini untuk mencegah adanya kecurangan yakni satu orang memilih dua kali atau lebih pada saat pemilu.

Nah, dilansir dari beberapa sumber, berikut ini fakta tentang celup tinta pada jari saat pemilu yangf harus kamu tahu.

1. Mencegah double voting

Mencelupkan jari pada tinta setelah selesai menggunakan hak suara merupakan sistem pengaman yang memang wajib diterapkan.


2 dari 4 halaman

Hal ini untuk mencegah terjadinya double voting atau hal-hal lain yang mengarah pada kecurangan saat pemilu.

Jenis tinta yang digunakan ini tidak bisa hilang dengan cepat.

Biasanya bisa dihilangkan minimal 1 sampai 3 hari.

2. Diadopsi dari india

Metode celup tinta ini ternyata diadopsi dari India.

Yah, negara India merupakan negara pertama yang menggunakan metode celup tinta ini saat pemilu.

Di India memulai metode ini pada pemilu ketiga di tahun 1962 untuk mencegah terjadinya double voting.

Metode celup tinta ini pun akhirnya diadopsi oleh 44 negara lainnya di dunia.

3. Indonesia baru menerapkan setelah reformasi

3 dari 4 halaman

Reformasi membawa banyak perubahan bagi Indonesia, termasuk tata cara pemilihan.


Di Indonesia, metode celup jari ke tinta ini baru diterapkan setelah pemilu 1995.

Tidak ada sumber yang jelas mengapa metode celup tinta baru dilakukan pasca orde baru, namun hal ini tentu menjadi lapisan masyarakat semakin bersemangat untuk menggunakan hak pilihnya.

4. Bukan sembarang tinta

Tinta yang digunakan pada saat pemilu bukanlah tinta biasa yang sering kita temukan untuk kebutuhan stempel.

Pemerintah menggunakan tinta jenis Silver Nitrate.

Jenis tinta Silver Nitrate ini mampu bertahan lama minimal 1 hari.

Selain itu, tinta yang digunakan ini juga harus mendapat sertifikasi halal dari MUI.

Hal tersebut agar tidak mengganggu syarat umat islam dalam beribadah.

4 dari 4 halaman

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Selanjutnya