TRIBUNJUALBELI.COM - Makan adalah hal yang sangat dibutuhkan semua orang untuk bertahan hidup.
Dengan makan, seseorang akan mendapatkan tenaga dan asupan gizi.
Namun, pola makan sehari-hari haruslah dijaga dan dilakukan dengan baik, mulai dari jenis makanan hingga cara mengunyahnya.
Cara mengunyah makanan sampai saat ini masih menjadi perdebatan.
Banyak yang beranggapan mengunyah makanan secara perlahan lebih baik dari mengunyah makanan dengan cepat.
Lalu, mana sebenarnya yang baik? mengunyah secara perlahan atau dengan cepat?
Dilansir dari fox5atlanta.com pada Jum'at (22/6/2018), mengunyah makanan secara perlahan dapat mengasup rendah kalori.
Orang yang mengunyah perlahan, sebagaimana dipresentasikan ahli di American Scientific Sessions 2017, cenderung tidak mengalami obesitas atau tak punya masalah metabolisme, penyakit jantung, diabetes dan risiko stroke.
Lalu, bagaimana dengan orang yang mempunyai kebiasaan makan cepat?
Editor WebMD Dr hansa Bhargava menjelaskan, makin cepat seseorang makan, makin tinggi pula perjuangannya melawan berat badan dan resiko penyakit lainnya.
Untuk mengetahui lebih dalam kebiasaan makan cepat ini, para peneliti di Jepang melakukan survei.
Mereka mengumpulkan 1000 relawan dengan usia rata-rata 51 tahun.
Relawan diklasifikasikan berdasarkan kebiasaan makan masing-masing: lambat, normal, dan cepat.
"Dan apa yang kami temukan setelah lima tahun, orang yang terbiasa makan cepat sebenarnya membuat berat badannya bertambah lebih, menambah besar perut, dan menaikkan gula darah mereka," terang Dr Bhargava.
Secara persentase, makan terlalu cepat menyumbang 11 persen terjadinya sindrom metabolik.
Melansir alodokter.com, sindrom metabolik adalah istilah kedokteran untuk menggambarkan kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan obesitas, yang dialami secara bersamaan.
Kondisi ini, jelas, Dr Bhargava dapat memicu penyakit kronis pada jantung (heart disesase) dan diabetes.
Dr Bhargava menjelaskan lebih lanjut, alasan mengapa orang-orang makan cepat lantaran aktivitas mengunyah terjadi tanpa perlu berpikir.
"Ketika kalian menonton film, kalian bisa menghabiskan banyak keripik, jadi kalian secara tidak langsung menelan banyak kalori juga," katanya.
Butuh waktu sekitar 20 menit untuk menghabiskan makanan karena waktu selama itu diperlukan otak untuk menyadarkan kita bahwa kita merasa kenyang.
Jika makan terlalu cepat, sulit bagi otak untuk merasakan kapan kita sudah cukup kenyang.
Ilustrasinya seperti saat seseorang duduk dan memperhatikan apa yang ada di dalam piring, lalu apa yang terlintas di kepalanya.
"Pikiran akan menyadarkan, apa yang kamu makan, bagaimana kamu makan, mengapa kamu makan," katanya.
"Jadi, apakah kamu makan hanya untuk bersantai atau memang untuk makan? Apakah kamu makan karena kamu menonton film atau merasa seperti ingin makan? Apakah kamu makan karena memang lapar?" terangnya.
Ia menyarankan orang-orang untuk duduk selama makan, meletakkan HP dan mematikan televisi.
Fokuslah pada makanan yang ada di piring, bukan pada sesuatu yang ada di sekitarmu.
"Letakkan garpu setelah selesai menggigit makanan," tambahnya.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!