TRIBUNJUALBELI.COM - Sebentar lagi semua umat muslim di seluruh dunia akan menyambut lebaran.
Di Indonesia sendiri lebaran identik dengan beberapa sajian khas hari raya.
Sajian tersebut adalah ketupat atau lontong sayur.
Lontong atau ketupat adalah makanan khas Indonesia, terbuat dari beras yang dibungkus dalam daun pisang maupun janur kelapa.
Makanan ini diolah dengan cara dikukus di atas air mendidih selama beberapa jam dan jika air hampir habis dituangkan air lagi demikian berulang sampai beberapa kali.
Yah, lontong dan ketupat umumnya memang dibungkus daun pisang atau janur kelapa.
Namun, bagaimana jika tak ada janur atau daun pisang di rumah?
Kamu tak perlu khawatir, ada bahan yang lebih praktis yang sudah banyak dilakukan masyarakat untuk mengganti daun pisang maupun janur kelapa.
Bahan tersebut adalah plastik.
Akan tetapi, kita juga harus memilih jenis plastik yang benar-benar aman ketika mengalami pemanasan.
Dilansir dari beberapa sumber dan laman BPOM pada Kamis (14/6/2018), plastik plastik di Indonesia rata-rata terbuat dari bahan Low Density Polyethylene (LDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP), dan Oriented Poly Propylene (OPP).
Setiap jenisnya, plastik memiliki sifat yang berbeda-beda seperti titik leleh, kelenturan, kejernihan, ketahanan terhadap suhu.
Berdasarkan sifat tersebut, terdapat beberapa jenis plastik yang titik leleh dan titik melunak (softening point) tinggi (di atas 100°C) yaitu plastik jenis LLDPE, HDPE, PP, dan OPP.
Oleh sebab itu, jenis plastik LLDPE, HDPE, PP, dan OPP dinilai aman untuk membuat lontong dan digunakan pada suhu tinggi saat perebusan.
Sedangkan plastik berbahan LDPE yang memiliki titik lunak pada suhu 83-98 derajat celcius disarankan penggunaannya untuk penyimpanan atau proses pemasakan di bawah suhu tersebut.
Plastik jenis LDPE juga bisa digunakan pada suhu beku hingga minus 50 derajat Celcius.
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!