zoom-in lihat foto Jenazah Wanita Hamil Bisa Melahirkan Bayinya Pasca Kematian? Ini Penjelasannya dalam Dunia Medis
Ilustrasi

TRIBUNJUALBELI.COM - Seorang wanita hamil yang sudah meninggal dunia diketahui melahirkan bayinya setelah 10 hari kematiannya.

Wanita bernama Nomveliso Nomasonto Mdyoi (33) meninggal dunia setelah mengeluh kesulitan bernapas di rumahnya Desa Mthayisi, provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan.

Jenazah wanita itu kemudian diserahkan kepada pengurus pemakaman untuk dikebumikan.

Namun pada hari pemakamannya yaitu 10 hari pasca kematian Nomveliso, staf pengurus pemakaman menemukan jenazah seorang bayi di antara kaki Nomveliso.

Dilansir dari Daily Mail pada Minggu (3/6/2018), Direktur rumah pemakaman Lindokuhle Funeral, Fundile Makalana menerangkan bahwa pihaknya terkejut saat melihat terdapat jenazah bayi ketika akan memindahkan jenazah wanita itu ke dalam peti mati.

"Saat kami akan memindahkan jenazah ke peti mati, kami menemukan bayi yang baru dilahirkan di antara kaki jenazah wanita itu." kata Makalana

Merasa terkejut dan ketakutan, staf yang bekerja saat itu tidak melihat jenis kelamin sang bayi.

"Bayi tersebut dalam kondisi meninggal dunia. Kami amat terkejut dan ketakutan hingga kami tak mengetahui jenis kelamin bayinya" tambahnya.

Keluarga Nomveliso juga merasa terkejut mendengar kabar itu, pasalnya selama ini belum pernah terjadi hal serupa.

Mandzala Mdoyi (76), Ibunda Nomveliso menolak anjuran para dukun setempat dan mempertanyakan hal ini kepada para ahli untuk memberikan penjelasan.


2 dari 2 halaman

Jenazah Nomveliso dan bayinya pun tetap dimakamkan sesuai rencana sebelumnya.

Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi? Mengapa wanita hamil yang sudah meninggal dunia bisa melahirkan bayinya?

Di dalam dunia medis, peristiwa ini disebut sebagai ekstrusi janin pasca-kematian.

Pada masa proses pembusukan, jaringan tubuh manusia kehilangan oksigen dan sejumlah gas karbon dioksida dan metana keluar dari tubuh.

Pada saat yang sama, jaringan organ dilemahkan oleh exoenzim yang dihasilkan bakteri.

Digusi gas yang berlebihan ke jaringan yang sudah lemah itu menyebabkan batang tubuh dan beberapa bagian tubuh menjadi membengkak dalam dua hingga lima hari pasca-kematian.

Sementara itu, tekanan cairan tubuh dari membran alami di dalam tubuh wanita hamil meregang lalu terpisah.

Gas di perut dapat menyebabkan rahim mengalami prolaps dan janin pun akhirnya dapat keluar melalui saluran vagina.

Akan tetapi, dalam peristiwa ini tercatat tidak ada bayi yang pernah hidup setelah lahir pasca-kematian sang ibu.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Selanjutnya