zoom-in lihat foto Jelang Lebaran, Waspadai Penipuan Saat Tukar Uang Baru dengan Cek 5 Hal Berikut Ini
Ilustrasi | Tribun Medan

TRIBUNJUALBELI.COM - Salah satu tradisi lebaran di Indonesia adalah berbagi rezeki dengan sanak saudara di kampun halaman.

Entah dimulai sejak kapan, tapi rasanya para saudara yang sudah sukses akan memberi amplop berisi uang kertas pada keponakan mereka.

Untuk mendapat uang kertas dalam jumlah banyak, biasanya orang-orang menukarkan uangnya ke Bank Indonesia atau bank lain yang melayani jasa penukaran uang.

Namun karena malas antre, banyak juga pedagang uang tangan kedua yang memanfaatkan kesempatan ini.

Mereka akan antre di Bank Indonesia sejak pagi, lalu menjual kembali uang itu dengan mengambil keuntungan.

Nah, sayangnya hal ini juga rawan menjadi ajang penipuan dan mencurangi konsumen.

Penukar uang seringkali cuek dan tidak waspada saat menukarkan uang pada para pedagang uang baru di pinggir jalan.

Postingan pengguna facebook yang menerima uang palsu
Postingan pengguna facebook yang menerima uang palsu

Ini membuat beberapa pedagang yang tidak jujur menukar beberapa lembar uang kertas asli dengan yang palsu.

Tentu tidak semua pedagang uang kertas baru melakukan hal ini, tapi agar lebih hati-hati, baiknya Anda menyimak beberapa ciri uang kertas palsu.

1. Nomor seri sama dengan uang kertas lain di dalam tumpukan


Nomor seri sama | intisari
Nomor seri sama | intisari
2 dari 4 halaman

Uang asli yang diproduksi oleh Perum Peruri memiliki nomor seri yang berbeda di tiap lembarnya.

Biasanya dalam satu bundel uang disusun dengan nomor seri yang berurutan.

Namun, uang palsu kerap memiliki nomor seri yang sama.

2. Tidak ada hologram

Uang asli memiliki hologram logo Bank Indonesia di salah satu sisinya.

Hologram itu bisa berubah warna saat terkena cahaya.

Uang palsu biasanya tak ditemukan hologram, atau ada logo serupa hologram namun tidak bisa berubah warna saat terkena cahaya.

3. Dilihat dengan cahaya lampu, tidak ada tanda air

Tidak ada watermark | intisari
Tidak ada watermark | intisari

Uang asli memiliki tanda air di bagian kosong di samping bagian bergambar.

Tanda air ini berbeda-beda untuk tiap nominal uang kertas, biasanya gambar pahlawan.

3 dari 4 halaman

Uang palsu tidak memiliki tanda air tersebut.

Bisa Anda buktikan dengan mengarahkan uang ke arah sumber cahaya atau lampu untuk melihat tanda air tersebut.


4. Cek dengan sinar UV

Uang palsu dan uang asli saat diperiksa di bawah sinar UV menunjukkan perbedaan besar.

Uang palsu akan terlihat menunjukkan cahaya hijau di seluruh permukaannya.

Sementara uang asli hanya beberapa bagian saja.

5. Kertasnya lebih kasar dan kaku

Warna uang palsu juga agak sedikit berbeda dan biasanya lebih terang.

Tekstur kertas pada uang palsu juga lebih kasar dan lebih kaku dibandingkan uang kertas asli.

Namun saat ini, tekstur kertas uang palsu nyaris tak bisa dibedakan dengan uang asli.

4 dari 4 halaman

Cara paling efektif dan jelas sebagai pembeda antara uang asli dan uang palsu adalah dengan melihat tanda air dan memeriksa dengan lampu ultra violet.

Anda harus ingat kelima ciri uang palsu di atas ya agar tidak tertipu! (Intisari Online/Aulia Dian Permata)

Artikel ini sudah tayang di laman Intisari Online dengan judul Waspada Saat Tukar Uang Baru Jelang Lebaran, Jangan Sampai Dapat yang Palsu! Ini Ciri-cirinya

Selanjutnya