zoom-in lihat foto Tak Hanya Jantung, Berikut 5 Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Kematian Mendadak Seperti yang Dialami Pelawak Gogon
Berikut 5 Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Kematian Mendadak Seperti yang Dialami Pelawak Gogon

TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar mengejutkan datang dari dunia lawak Tanah Air.

Pelawak kondang Gogon dikabarkan tutup usia pada pagi ini, Selasa (15/5/2018).

Kabar duka itu diketahui dari tayangan Pagi Pagi Pasti Happy 15 Mei 2018 yang panduan Uya Kuya dan Billy Syahputra.

Istri mendiang Gogon yang dihubungi melalui telepon menceritakan kalau suaminya sempat mengeluhkan penyakitnya.

"Ya cuman gini (Gogon) beberapa kali itu ngobrol sama saya,

'Yang kok aku dikasih penyakit sama Allah kok kayak gini ya, aku salah apa, kalau emang mau diambil mbok yo diambil langsung aja, nggak usah membebankan saya (istrinya)', cuman gitu doang," ujar istri mendiang Gogon.

Isri Gogon juga mengaku tak mendapat firasat atau mimpi apa pun terkait kepergian Gogon.

Saat Gogon mengeluhkan penyakitnya tersebut ia hanya meminta Gogon untuk tetap berdoa.

Bahkan curhatan Gogon tentang penyakitnya tersebut baru diucap sebelum ia berangkat ke Lampung.

"Ya itu, mau berangkat kemarin itu ke Lampung (Gogon curhat penyakitnya)," imbuh istri Gogon.


2 dari 4 halaman

Ia juga mengatakan suaminya tak sakit apa pun sebelum berangkat ke Lampung.

Gogon tutup usia usai manggung di Lampung bersama Kadir, Doyok, dan Didi Kempot.

Diketahui sebelumnya, Gogon mempunyai riwayat penyakit jantung dari tahun lalu.

Ada penyumbatan yang membuat Gogon harus pasang ring.

Namun hal itu ditolak Gogon hingga dirinya tutup usia.

Meski memiliki riwayat penyakit jantung, kepergian pria 57 tahun itu begitu mendadak.

Sebelumnya Gogon pun terlihat sehat.

Tak hanya jantung, banyak penyakit yang bisa menyebabkan kematikan mendadak.

Dalam dunia kesehatan, kematian tiba-tiba bukanlah hal yang baru.

Ada beberapa penyakit atau kelainan bawaan yang ada tanpa gejala yang nyata.


3 dari 4 halaman

Dilansir dari menshealth.com, inilah lima penyakit yang dapat menyebabkan sudden death atau kematian mendadak.

Hypertrophic cardiomyopathy

Diperkirakan ada satu dari 500 orang menderita kelainan jantung yang menyebabkan dinding otot jantung menebal dan kehilangan tenaganya.

Diperkirakan ada satu persen penderita penyakit ini meninggal mendadak setiap tahun, biasanya karena detak jantung mereka menjadi terlalu cepat.

Banyak di antara mereka masih berusia muda dan tidak tahu bahwa mereka menderita Hypertrophic cardiomyopathy.

Kebanyakan Hypertrophic cardiomyopathy bersifat genetik.

Tahu riwayat kesehatan keluarga adalah cara terbaik mencegah kematian mendadak akibat penyakit ini.

Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan berupa EKG atau ultrasound.

Waspadalah terhadap gejala seperti napas pendek dan tersengal dan debar jantung yang di luar normal.

Pengobatan, defibrillator, dan pembedahan kadang bisa membantu.


4 dari 4 halaman

Bicarakan dengan dokter mengenai hal ini.

"Kabel" jantung rusak

Sementara kardiomiopati berubah bentuk dan struktur ketebalan otot jantung, faulty heart wiring memengaruhi sistem listrik yang mengontrol dan menyinkronkan detak jantung.

Gejala awal sering tidak dirasakan oleh penderita sampai bilik ventrikel jantung mulai bergetar dan tidak bisa memompa dengan benar dan Anda pun terjungkal jatuh.

Penyakit atau kelainan ini juga kebanyakan bersifat genetika.

Mengetahui riwayat kesehatan keluarga dan konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan.

Aneurisma otak

Kebanyakan aneurisma otak bersifat tanpa gejala.

Menurut jurnal Stroke, ada sekitar 40 persen kasus berakhir dengan fatal.

Aneurisma (aneurysm) otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak.



Penyebabnya antara lain;

Aneurisma (aneurysm) otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak, konsumsi tembakau, alkohol, tekanan darah dan kolesterol tinggi.

Menghindari pemicunya dengan pola hidup sehat, seperti tidak merokok dan konsumsi alkohol berlebihan adalah cara terbaik mencegah kondisi aneurisma

Diseksi aorta

Diseksi aorta adalah kondisi medis yang disebabkan oleh robeknya pembulu darah aorta.

Selain pria di atas usia 40, penderita diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan perokok juga rentan terhadap penyakit diseksi aorta ini.

Selain itu, penyakit ini juga bisa muncul karena faktor genetik.

Risiko tertinggi adalah para perokok.

Rokok perlahan mengakibatkan luka pada pembuluh darah, yang memisahkan bagian dalam dan dinding aorta.

Pola makan sehat dan olahraga teratur menjadi kunci utama pencegahannya.


Plus, jauhi rokok dan teratur melakukan medical check-up , terutama CT-scan.

Emboli paru

Emboli paru adalah hambatan di salah satu arteri paru di paru-paru Anda.

Di banyak kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah beku yang mengalir ke paru-paru dari kaki, atau yang lebih jarang dari bagian tubuh lain (trombosis nadi dalam).

Luka parah, terbakar, atau retak pada pinggul atau tulang paha dan kondisi diam terlalu lama seperti istirahat total jangka panjang atau berada pada posisi tetap yang lama selama perjalanan dengan pesawat atau mobil, pasca pembedahan (misal pembedahan tulang, persendian, atau otak) adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya emboli paru.

Emboli paru kerap tidak bisa dicegah, bahkan oleh dokter sekalipun.

Tapi, mengelola faktor risiko sangat dianjurkan.

Bicarakan dengan dokter mengenai hal ini.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya