TRIBUNJUALBELI.COM - Ledakan bom terjadi di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018) pagi.
Ledakan ini di tiga gereja yakni Gereja Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja di Jalan Arjono.
Menurut keterangan kabid Humas Polda Jawa Timur seperti dilansir dari Kompas.com, ledakan terjadi sekitar pukul 07:30 WIB di Gereja Santa Maria yang disusul kedua tempat lainnya dengan jeda masing-masing 5 menit.
Ledakan ini diduga merupakan bom bunuh diri.
Hal tersebut dikatakan oleh Kombes Pols Frans Barung.
"Kami lihat kejadian ini terjadi upaya bunuh diri," kata Frans kepada wartawan di Surabaya, Minggu (13/5/2018) seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Hingga berita ini dibuat, Frans menyebutkan korban meninggal sebanyak 6 orang dan 35 orang terluka.
Namun, Jumlah korban dan kondisi masing-masing masih terus bergerak dinamis karena lokasi bom sampai saat ini masih ditutup untuk keperluan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi.
Aksi bom bunuh diri ini tak hanya menuai berbagai kecaman, tapi juga menimbulkan kecemasan bagi masyarakat Indonesia terutama warga Surabaya.
Akan tetapi, pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk bersatu melawan teroris.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Akun @sekretariat.kabinet tersebut mengatakan bahwa menyebarkan foto korban di media sosial akan menyebarkan rasa takut.
Yang mana hal tersebut merupakan tujuan para teroris untuk melakukan aksinya.
"Menyebarkan foto korban di medsos adalah tujuan teroris untuk menyebar rasa takut. #BersatuLawanTeroris"
"Penting!
Teroris berulah lagi di Surabaya. Jangan pernah memberi angin apalagi bersimpati pada teroris. Rapatkan barisan #BersatuLawanTerorisme
Sebarkan" tulis @sekretariat.kabinet pada Minggu (13/5/2018).
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!