TRIBUNJUALBELI.COM - Pertumbuhan anak memang menjadi perhatian bagi orang tua.
Apalagi jika anak tersebut berada di masa pertumbuhan dan perkembangan yaitu umur 1 Tahun hingga 5 tahun.
Pada umur 1 - 5 tahun kedua orang tua pasti sangat memperhatikan tumbuh kembang anak.
Demi kelancaran tumbuh kembang anak tak heran jika orang tua selalu memberikan makanan yang terbaik untuk anaknya.
Kebanyakan orangtua hanya melihat perkembangan dan pertumbuhan anaknya dari berat badan saja.
Jika berat badan cukup atau melihat pipi anaknya sudah sedikit tembam, maka dianggap anak tersebut sudah sehat.
Padahal, tinggi badan tak kalah penting untuk dipantau.
Banyak yang tidak menyadari bahwa anak pendek adalah permasalahan gizi yang cukup buruk bagi kesehatan anak.
Padahal tubuh anak pendek itu bisa jadi gangguan tumbuh kembang anak atau stunting.
Apa sih stunting itu?
Stunting yaitu kondisi anak yang mengalami ganguan sehingga menyebabkan anak lebih pendek daripada teman temannya yang seumuran.
Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil.
Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun.
Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat.
Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.
Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan.
Kondisi ini diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit.
Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.
Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi.
Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.
Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan yang mengandung zink zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita, adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kejadian ini.
Jika Anda mengetahui bahwa si kecil mengalami kondisi ini, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter anak Anda, agar cepat teratasi.
