zoom-in lihat foto Hati-hati, Tak Hanya Bahaya untuk Kesehatan, Merokok Juga Bisa Sebabkan Gangguan Mental
Ilustrasi

TRIBUNJUALBELI.COM - Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang banyak menimbulkan dampak negatif, terutama bagi kesehatan.

"Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin".

Itulah peringatan yang ada di semua bungkus rokok yang di produksi di Indonesia.

Meski tulisan itu jelas ada di setiap bungkus rokok, ternyata tak berpengaruh dan nyatanya masih banyak jumlah perokok di Indonesia.

Padahal, merokok bukan hanya bahaya bagi kesehatan tubuh, tapi juga kesehatan mental.

Dilansir dari New York Daily News pada Selasa (17/4/2018), Sebuah analisa ilmiah yang dimuat dalam jurnal Lancet Psychiatry mengatakan bahwa perokok berisiko tiga kali lebih tinggi terkena psikosis dibanding dengan orang yang bukan perokok.

Psikosis adalah gangguan mental hilang kontak dengan realitas seperti skizoprenia dan gangguan bipolar.

Analisa ini didapat setelah para ilmuwan dari King's College London meneliti 61 observasi yang melibatkan 15.000 perokok dan 273.000 bukan perokok.

Pada analisa tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 57 persen orang yang mengalami episode pertama psikosis adalah perokok.

Gangguan psikotik itu ternyata berkembang sekitar satu tahun sebelum gejala benar-benar tampak pada mereka sang perokok berat.


2 dari 2 halaman

Studi ini melengkapi penelitian sebelumnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh oleh Washington University School of Medicine di St Louis, yang menemukan, bahwa orang dengan penyakit mental berat seperti skizofrenia atau gangguan bipolar memiliki risiko lebih tinggi untuk menyalahgunakan zat yang membahayakan kesehatan seperti rokok, alkohol, dan ganja.

Sebab, benda-benda itu dianggap oleh penggunanya bisa melawan rasa gelisah yang timbul.

"Rokok dan psikosis ibarat lingkaran setan. Merokok dapat memicu kondisi gangguan psikotik, pengidap gangguan psikotik cenderung jadi perokok." ungkap Robin Murray, profesor di Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience King's College London

Masih diperlukan penelitian jangka panjang untuk benar-benar meneliti pernyataan ini.

Namun, banyaknya bahaya merokok yang sudah banyak kita ketahui, diharapkan menjadi pendorong bagi para perokok untuk mulai hidup sehat yang jauh dari rokok.

(TribunJualBeli.com/Intan hafrida)

Selanjutnya