TRIBUNJUALBELI.COM - Konflik pada sebuah hubungan percintaan sudah pasti akan dirasakan setiap pasangan.
Konflik tersebut pun yang seringkali berujung pada putusnya hubungan.
Namun, banyak orang yang mengaku merasa sulit melupakan sang mantan dan kenangan-kenangan indah yang pernah dijalani bersama.
Dilansir dari Style Caster pada Kamis (12/4/2018), Seorang psikoterapis, Dr Robi Ludwig mengatakan bahwa otrang yang belum bisa menerima kenyataan bahwa hubungannya telah berakhir disebut dengan istilah exaholic.
Exaholic disebut juga dengan pecandu mantan.
"Perasaan rindu dapat mencapai titik yang mampu menimbulkan depresi, menurunnya kepercayaan diri, dan ketidakmampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Dr Ludwig.
Para penelitipun menemukan bahwa seorang exaholic menunjukkan perilaku yang sama seperti pecandu alkohol dan narkoba.
Bahkan, sebuah studi membuktikan bahwa hubungan cinta yang romantis akan mengaktifkan area pada otak yang sangat mirip dengan kecanduan miras dan narkoba.
"Ketika seseorang mengalami patah hati, keinginan untuk bersama orang yang dicintai akan menghidupkan area otak yang sama seperti seorang pecandu kokain yang ingin lebih banyak mengonsumsi kokain. Dengan kata lain, kondisi otak yang ditimbulkan oleh cinta serupa dengan kondisi yang ditimbulkan oleh obat-obatan terlarang," tutur Dr Luwig.
Dr Ludwig juga mengatakan bahwa seringkali muncul pula keinginan untuk mengetahui segala alasan mengapa sang mantan tiba-tiba menghilang dari kehidupan sang exaholic dan memutuskan hubungan, berbohong, atau berhenti mencintai.
Anggapan bagi sang exaholic bahwa menemukan segala jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu mereka untuk lebih menerima keputusan berakhirnya sebuah hubungan.
Jika kamu termasuk orang yang sulit untuk melupakan mantan, rasanya kamu harus berhati-hati.
Sebab, apabila kamu merasakan gejala exaholic ini, kamu tidak hanya akan mendapatkan gangguan emosional tapi juga gangguan fisik.
Permasalahan lain yang dapat menimpa mereka termasuk kehilangan pekerjaan, kesulitan membina hubungan pribadi dengan orang lain, gangguan berat badan, dan gangguan kesehatan lainnya.
Untuk meminimalisir risiko gangguan emosional maupun fisik, kamu bisa mengeluarkan keluh kesah maupun mencurahkan perasaan pada orang-orang yang bisa dipercaya.
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!