zoom-in lihat foto Radiasi Ponsel Dapat Memicu Sel Kanker pada Tikus, Bagaimana dengan Manusia?
Radiasi Ponsel Dapat Memicu Sel Kanker pada Tikus, Bagaimana dengan Manusia?

TRIBUNJUALBELI.COM - Sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh National Toxicology Program (NTP) Amerika Serikat mengatakan bahwa radiasi yang terdapat pada ponsel tidak memicu adanya sel kanker.

Namun penelitian tersebut akhirnya diralat kembali setelah dilakukan proses penelaahan sejawat.

Hasil dari evaluasi terbaru disimpulkan bahwa paparan radiasi pada ponsel dapat menyebabkan tumor hati di organ tikus jantan.

Tikus tersebut dilabeli "clear evidence"(bukti jelas).

Dilansir dari Quartz pada penelitian terbaru itu ditemukan adanya peningkatan risiko kanker ganas yang langka pada tikus berlabel ini.

Risiko kanker tersebut disebut schwannoma yang terdapat pada jaringan ikat yang mengelilingi saraf hati.

Pada penelitian ini juga ditemukan adanya pertumbuhan tumor otak di tikus jantan lainnya yang dilabeli "some evidence" (cukup bukti).

Di mana ditemukan risiko glioma ganas, sejenis kanker otak yang menyerang sel glial di tikus jantan.

Selain itu, tikus betina yang dilabeli "equivoval evidence" juga ditemukan tumor di organ hatinya dengan pertumbuhan yang tidak begitu signifikan.

Jadi, para peneliti tersebut masih belum bisa memastikan apakah radiasi yang terdapat pada ponsel dapat memicu kanker pada tikus betina atau tidak.


2 dari 3 halaman

Akan tetapi, bayi tikus yang dilahirkan dari tikus betina yang dilabeli "equivocal evidence", memiliki bobot tubuh yang kecil.

Secara keseluruhan, penelitian yang awalnya berlabel "equivocal evidence", berubah menjadi "some evidence" dan "clear evidence", yang artinya ada kemungkinan jika penggunaan ponsel memicu tumbuhnya sel kanker.

NTP juga menjelaskan bahwa radiasi non-ionisasi di ponsel berbeda dengan radiasi ionisasi yang mengakibatkan kerusakan DNA dalam dosis tertentu.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa beberapa tikus yang digunakan sebagai uji coba, mampu bertahan hidup lebih lama dan sebagian lainnya mati lebih cepat.

Peneliti juga menemukan pertumbuhan signifikan di limfoma, kanker yang berkembang di limfosit, yang muncul di tikus betina, meski dalam label "equivocal".

Lalu, Apa yang terjadi pada manusia?

Setelah menelaah lebih dalam atau peer review, hasil penelitian tersebut akan diberikan kepada badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA).

Lembaga tersebut nantinya akan mengeluarkan kebijakan untuk melindungi konsumen dan memberikan pedoman standar keamanan ponsel kepada badan komunikasi pusat AS (FCC).

Para peneliti tersebut pun akan menelaah lebih lanjut untuk dilakukan pemeriksaan atau penelitian oleh pakar lain yang sebidang.


Jadi, Toksikolog senior NTP, Ronald Melnick masih belum bisa menyimpulkan bahwa tidak adanya risiko penggunaan ponsel bagi manusia.

3 dari 3 halaman

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Selanjutnya