TRIBUNJUALBELI.COM - Bayi sangat rentan memiliki risiko terhadap obat-obatan.
Antibiotik atau antasida pun kerap diberikan orangtua pada bayi saat anak rewel dan mengalami refluks.
Dilansir dari Time pada Kamis (5/4/2018), obat-obatan itu sebaiknya tidak diberikan pada bayi karena dapat berisiko alergi.
Sebab, obat-obatan ternyata dapat mengubah bakteri usus.
Kepala riset yang dilakukan oleh Uniformed Services University di Bethesda, Maryland, Dr. Edward Mitre dan timnya telah menyisir hampir 800 ribu anak-anak yang lahir antara 2001 sampai 2013.
Hasilnya, para peneliti menemukan sebanyak 9 persen anak-anak atau bayi diberikan antisida saat masih bayi.
Dalam keterangannya, antisida ini diberikan untuk mengobati refluks atau gumoh.
Refluks terjadi karena aliran isi perut yang berbalik ke atas kerongkongan sehingga membuat muntah atau gumoh.
Hal ini biasanya terjadi setelah bayi minum atau makan.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa anak-anak yang diberi antasida saat bayi memiliki alergi terhadap makanan dan obat-obatan seperti ruam, asma, demam, dan jenis alergi lainnya.
"Penelitian ini belum membuktikan apa penyebab sebenarnya, tapi hubungan antara antasida dan antibiotik dengan alergi dinilai sangat kuat," ujar Mitre, seperti dikutip Time Senin (2/4/2018).
Mitre dan timnya pun mengungkapkan bahwa antasida yang diberikan pada bayi di umur 0 sampai 6 bulan memiliki risiko terkena alergi dua kali lipat lebih besar.
Risiko alergio tersebut dinamakan anafilaksis atau hay fever.
Hay fever adalah sekelompok gejala tidak nyaman yang terjadi saat tubuh terkena alergen tertentu.
Selain itu, antibiotik yang diberikan kepada bayi jugaakan meningkatkan risiko asma dua kali lipat, mengalami demam dan anafilaksis 50 persen lebih tinggi.
"Obat-obatan ini memang dianggap tidak berbahaya oleh sebab itu diberikan pada bayi yang rewel.
Namun seharusnya, dokter sedikit lebih berhati-hati ketika memberikan resep obat-obatan ini," kata Mitre.
Mitre menerangkan bahwa bakteri usus sangat berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
Ketika antibiotik atau antasida diberikan, maka hal itu akan mengubah susunan mikrobioma pada bayi.
Inilah yang menyebabkan reaksi berlebihan pada sistem kekebalan yang dapat menimbulkan alergi.
Mikrobioma ini berperan untuk mengatur proses biologis dan fisiologis tubuh yang paling banyak ditemukan di usus.
Selain itu, antasida juga berperan untuk mengubah cara protein yang dicerna dan mengubah perkembangan jalur sistem kekebalan tubuh.
Dr. Cade Nylund dari Uniformed Services University dan timnya pada penelitian Mitre menyarankan untuk para orangtua agar memberi makanan bayi lebih sedikit namun sering untuk menghindari bersendawa saat makan dan mengatasi bayi yang rewel dan gumoh.
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!