TRIBUNJUALBELI.COM - Banyak orang yang beranggapan bahwa hilangnya berat badan pada proses penurunan berat badan diyakini akan berubah jadi energi.
Namun, teori yang banyak diyakini ini ternyata tidak benar.
Lalu apa yang terjadi pada lemak ketika seseorang berhasil menurunkan berat badannya?
Dilansir dari WomensHealth pada Rabu (4/4/2018), penelitian yang dimuat dalam jurnal BMJ pada 2014 memberikan gambaran tentang yang terjadi pada atom dalam 10 kilogram lemak yang hilang.
Sebanyak 84 persen dari jumlah lemak tersebut akan keluar sebagai karbondioksida lewat paru-paru.
Sisanya menjadi air yang disekresikan lewat urine, tinja, keringat dan cairan tubuh lainnya.
Kebanyakan dari kita mengira bahwa saat proses penurunan berat badan dan berat badan berhasil turun maka sel-sel lemak akan hilang dengan mudah.
Namun faktanya tidak sesederhana itu.
Ahli nutrisi Sonya Angelone, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics menyatakan, metabolisme sampingan lemak yaitu karbondioksida memang bisa saja dilepaskan, namun tidak pada sel lemaknya.
"Saat seseorang kehilangan berat badannya, ukuran sel lemak mereka akan berkurang, akan tetapi tidak hilang sepenuhnya. Hanya saja ukurannya yang menyusut," kata Fatima Cody Stanford, dokter anak dari Harvard Medical School.
Saat berat badan turun, tubuh berusaha menaikkan kembali bobot tubuh ke bentuk semula.
Ini menyebabkan seseorang akan mudah lapar dan ketika makan sulit merasa kenyang.
Jika dituruti makan banyak kembali, maka sellsel lemak tersebut akan membesar lagi.
Kondisi ini bisa dicegah dengan berolahraga dan menjaga pola makan.
"Jadi saat berat badan turun, ingatlah bahwa yang bisa kita lakukan adalah membuat tubuh terbiasa dengan berat badan yang baru," ungkap Stanford.
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!