TRIBUNJUALBELI.COM - Tempat tidur menjadi area yang penting untuk selalu bersih.
Sebab, setidaknya kita akan menghabiskan sepertiga hari kita di tempat ini.
Namun, tahukah kamu bahwa terkadang ada sesuatu yang tersembunyi di celah atau serat sepreimu?
Ternyata tempat tidur juga merupakan "sarang" bagi kehidupan mikroskopis.
Dilansir dari Science Alert pada Senin (2/4/2018), seorang ahli mikrobiologi dan patologi di New York University School of Medicine, Philip Tierno menegaskan hal ini.
Tierno mengatakan, pada tubuh manusia terdapat spora jamur, bakteri, bulu binatang, debu, tanah, serat, bahan pewarna, dan segala macam kotoran tubuh termasuk keringat, urin, atau bahkan sel kulit mati.
"Ditambah lagi ada kosmetik yang digunakan banyak orang, krim atau lotion untuk tubuh sebelum tidur, semua ada di sana," ungkap Tierno.
Selain itu, ternyata masih banyak lagi yang mungkin ada di atas tempat tidur.
Apalagi jika orang tersebut sering makan di tempat tidur.
Hal itu yang akan membuat organisme mikroskopis dapat berkembang dengan baik di sana.
Mungkin sebagian orang merasa sudah sering membersihkan tempat tidurnya.
Akan tetapi, terdapat kelembapan yang terjadi di tempat tidur akibat keringat yang dihasilkan setiap manusia.
Diketahui, manusia menghasilkan keringat setidaknya sebanyak 98,4 liter di tempat tidur setiap tahunnya.
Kelembapan ini merupakan media kultur yang ideal bagi jamur.
Sebab, jamur ternyata menyukai lingkungan yang memiliki kelembapan tinggi.
Sebuah penelitian pada 2015 melihat kontaminasi jamur di tempat tidur.
Para peneliti tersebut menemukan 4 hingga 17 spesies jamur yang berbeda pada bantal bulu an sintesis yang berusia setengah hingga 20 tahun.
Tierno mengibaratkan jamur yang menumpuk ini seperti puing-puing yang menutupi kota Roma.
"Tahukah kamu bagaimana Roma tertutupi (puing-puing) dan kita menggalinya untuk mencari tahu? Itu karena gravitasi yang menyebabkan puing-puing untuk mengubur sesuatu," kata Tierno.
"Hal yang sama juga terjadi pada kasur dan bantal.
Gravitasi menurunkan semua puing-puing ini dan membuatnya mengendap di bantal dan kasur.
Bahkan kita menghirup puing-puing itu 8 jam sehari," tambahnya.
Para ilmuwanpun beranggapan bahwa tempat tidur adalah sumber bakteri.
Bahkan tungau yang bisa menyebabkan alergi, hidung tersumbat, hingga memperparah asma pun bisa hidup di atas seprei tempat tidur.
Mengetahui hal tersebut, lalu kapan seharusnya sprei dicuci?
Tioerno menyarankan untuk sering mencuci sepreimu setidaknya setiap satu minggu.
"Kotoran ada terkumpul pada sprei akan terakumulasi menjadi banyak antara satu hingga dua minggu," kata Tierno.
"Oleh sebab itu, sprei harus dicuci mungkin rata-rata sekali seminggu," imbuhnya.
Meski demikian, sebenarnya tak ada aturan khusus untuk mencuci sprei, tempat tidur dan selimut.
Jadi, bersihkanlah sprei dan selimut tergantung pada penggunaan.
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!