TRIBUNJUALBELI.COM - Belakangan temuan cacing pada produk ikan kaleng ramai diperbincangkan.
Semakin ramai saat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melalu keterangan resmi kepada media, Rabu (28/3/2018).
Pada kesempatan itu, berdasarkan hasil penelitian BPOM mengumumkan daftar ikan kaleng yang positif mengandung cacing.
Ada banyak puluhan merek yang positif mengandung cacing.
"27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri," tulis BPOM.
Dari hasil pengujian, ada 16 merek produk impor dan 11 merek dalam negerti.
Masih dilansir dari sumber yang sama, berikut 27 daftar merek ikan kaleng yang positif mengandung cacing.
Dari daftar tersebut, jelas tertera ikan kaleng yang postif mengandung cacing adalah jenis ikan makarel.
Di pasaran memang terdapat dua jenis ikan yang dijual dalam bentuk kalengan, yakni sarden dan makarel.
Kendati sudah tidak asing, masih saja ada yang keliru membedakan dua ikan tersebut.
Bahkan, ada saja yang mengira keduanya adalah ikan yang sama.
Lantas sebenarnya, seperti apa perbedaan dua ikan tersebut?
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perbedaan ikan makarel dan sarden
Ikan Makarel
Ikan makarel masuk dalam keluarga Scombridae.
Ikan ini masih berkerabat dengan ikan tuna, ikan kembung, dan ikan tengiri.
Umumnya, makarel ditemukan di perairan Atlantik.
Makarel sendiri termasuk ikan besar.
Biasanya, ikan ini memiliki berat sekitar 500 gram dengan panjang antara 35 cm hingga 45 cm.
Pengolahan ikan makarel sebagai makanan lumrah dijumpai di Jepang, Eropa, dan negara berkembang.
Ciri lain dari ikan ini adalah berminyak dan berwarna gelap, punya sisik yang sangat kecil hingga hampir tidak tampak.
Di punggung atas tertanam dua sirip yang tidak saling bertaut.
Sementara di antara dua sirip tersebut hingga ekor terdapat 4 hingga 6 sirip lainnya.
Ikan Sarden
Ikan sarden tergolong keluarga Clupeidae, kerabat ikan haring.
Sarden hidup di laut Mediterania, bahkan julukan ikan ini diambil dari nama dari pulau terbesar kedua di wilayah itu, Sardinia.
Pembudidayaan ikan sarden berkembang di negara Inggris, Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, Perancis, Portugal, Spanyol, Afrika Selatan, dan Islandia.
Ikan sarden lebih berwarna dibandingkan ikan makarel.
Perutnya dibalut warna keperakan, sedangkan punggung ikan ini dilapisi warna hijau atau biru, terkadang dengan hiasan noda hitam.
Ikan sarden diklasifikasikan sebagai ikan bertulang sejati.
Tidak punya sisik di kepala, serta punya satu sirip pendek di dekat bagian punggung tengah.
Makanannya adalah plankton sehingga minim kontaminasi merkuri.
Persamaan Ikan Makarel dan Sarden
Ikan sarden dan ikan makarel mendiami perairan terbuka yang terhampar antara pantai dan tepian landas kontinen.
Pada kedalaman 20-400 meter, jenis ikan pelagis seperti keduanya hidup.
Ikan pelagis seperti sarden dan makarel identik dengan aktivitas migrasi.
Makarel akan menempuh perjalanan dari barat Irlandia menuju wilayah Viking Bank di Laut Utara.
Lalu tinggal di sana selama musim dingin.
Di Irlandia, makarel menetap selama Maret hingga Juli untuk melakukan pemijahan.
Sementara ikan sarden akan berpindah ke barat Skotlandia atau Laut Utara.
Sekaligus untuk menaruh telur-telur di sana setiap setahun sekali.
Baik sarden maupun ikan makarel sama-sama diperkaya dengan lemak dan omega 3 yang baik untuk kesehatan.
Kandungan gizi ini dipercaya bagus bagi perkembangan fungsi otak.
Selain itu, konsumsi dua ikan ini juga bisa mencegah inflamasi, serangan jantung, stroke, kanker, dan artritis rematik.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!