zoom-in lihat foto Dijual Mahal, Ternyata Cuma Segini Biaya Produksi Tas Gucci yang Jadi Favorit Para Seleb
Ilustrasi (instagram)

TRIBUNJUALBELI.COM - Gucci merupakan salah satu brand fashion yang tak cukup asing bagi masyarakat Indonesia.

Pasalnya beberapa seleb telah memperkenalkannya.

Di Indonesia sendiri banyak produk tas dengan merek Gucci dengan kualitas tembakan.

Harganya pun jauh lebih murah dibanding tas aslinya.

Oleh karena itu, Gucci pun masuk deretan brand fashion mewah yang dijual dengan harga tak murah.

Belakangan produsen Gucci pun jadi sorotan.

Bukan karena produk terbarunya.

Melainkan soal biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sebuah tas mahal merek Gucci.

Ternyata harga tas yang mereka jual jauh lebih tinggi dibanding bahan yang digunakan.

Meski dijual hingga belasan juta, nyatanya tas Gucci hanya menggunakan bahan seharga ratusan ribu.


2 dari 3 halaman

Informasi-informasi tersebut terkuat melalui tayangan program dokumenter dari kantor berita Italia, RAI.

Penelusuran RAI, seperti dikutip dari kompas.com, mengungkapkan bagaimana tas Gucci yang rata-rata dijual seharga 1000 euro atau setara Rp15 juta, ternyata hanya terbuat dari material seharga Rp365 ribu.

Dengan kata lain, meski dijual hingga belasan juta, nyatanya tas Gucci hanya menggunakan bahan seharga ratusan ribu.

Tak hanya soal harga produksi yang murah, Gucci ternyata menerapkan waktu kerja berlebihan pada para perajinnya di China.

Sempat beredar tayangan terlihat bagaimana para perajin rumah mode yang dipimpin oleh Frida Giannini dipaksa bekerja tiga kali lipat dari jam kerja normal.

Hal itu dilakukan demi memenuhi permintaan aksesori dari konsumen.

Perwakilan Gucci kemudian menanggapi tayangan tersebut dengan menyatakan, para perajin mereka di China merupakan pekerja lepas dari yayasan penyalur tenaga kerja bernama Mondo Libero.

Gucci mengklaim, yayasan tersebutlah yang memaksa para perajin bekerja selama 14 jam sehari.

Padahal aturan resmi menyatakan, waktu kerja para perajin ini adalah empat jam per hari.

3 dari 3 halaman

Pihak Mondo Libero yang diwakili oleh Aroldo Guidotto berdalih, mereka tidak tahu menahu soal hal ini.


Sebab, proses dan kontrak tenaga kerja lepas diurus oleh manajemen lokal yang kemudian memberikan laporan hasil akhir pada Mondo Libero.

Meski muncul kesan saling melempar tanggung jawab, kantor pusat Gucci menyatakan, siap membayar ganti rugi pada pihak perajin yang merasa dieksploitasi.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya