TRIBUNJUALBELI.COM - Menanak nasi berlebih pasti dialami oleh keluarga yang di Indonesia.
Alasan seluruh keluarga tak makan atau takaran yang pas gara gara lupa kalau keluarganya tidak ada dirumah.
Nah bagi kalian yang suka menanak nasi kemudian tidak habis di hari itu juga sebaiknya jangan dibuang.
Nasi di magic jar masih tersisa, Apakah sebaiknya kita buang saja?
Jangan! Nasi tersebut ternyata masih bisa konsumsi untuk sarapan di pagi hari?
Jangan berpikir bahwa nasi kemarin maka sudah dipastikan nasi tersebut sudah basi dan tidak layak dikonsumsi.
Nasi sisa dari masakan kemarin ternyata sangat baik bagi pencernaan kita.
Perubahan kimia yang menyehatkan
Nasi yang disimpan semalaman dan dikonsumsi keesokan harinya ternyata mengalami berbagai perubahan kimia yang bisa memberikan kesehatan bagi tubuh.
Disamping itu, nasi sisa masakan kemarin ternyata memiliki kandungan kalori yang jauh lebih rendah, yakni 60 persen lebih sedikit jika dibandingkan dengan nasi yang baru saja dimasak.
Hal ini berarti nasi ini tentu akan sangat baik bagi diet.
Sebagaimana kita ketahui, nasi yang baru saja dimasak ternyata akan langsung diubah menjadi glukosa dalam tubuh.
Glukosa ini akan sangat berguna bagi sumber energi untuk kita melakukan aktifitas.
Namun, jika kita ternyata tidak terlalu banyak bergerak, maka glukosa yang tak terpakai akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh.
Nasi yang disimpan semalaman tidak memiliki kandungan glukosa ini sehingga kita tentu tidak perlu khawatir mendapatkan masalah lemak dalam tubuh.
Mana yang Paling Penting untuk Dihindari Ketika Sedang Diet, Nasi atau Mie? Tentukan Kandungan Gizinya Dulu!
TRIBUNJUALBELI.COM - Mi instan dan nasi adalah makanan yang banyak ditemui di Indonesia.
Namun, bagi Anda yang sedang menjaga berat badan, memilih di antara kedua jenis makanan ini bisa jadi cukup sulit.
Sebenarnya yang mana yang lebih cepat bikin gemuk dan harus dihindari ketika sedang menurunkan atau mempertahankan berat badan?
Simak ulasannya di bawah ini.
Sama-sama sumber karbohidrat
Mi instan dan nasi keduanya berasal dari biji-bijian olahan.
Pada dasarnya, mi dan nasi sama-sama berfungsi sebagai sumber karbohidrat.
Karbohidrat adalah bagian penting dalam menu makanan sehari-hari.
Sebab, karbohidrat sebagai berfungsi untuk menyediakan energi utama di dalam tubuh.
Tubuh akan memecah karbohidrat menjadi gula yang selanjutnya digunakan sebagai energi dalam tubuh.
Tanpa karbohidrat, tubuh bisa menjadi semakin lemas dan kekurangan energi utamanya.
Baik mi dan nasi, keduanya sama-sama karbohidrat yang dibutuhkan yang bisa Anda pilih salah satu saja dalam sekali makan (tidak dimakan bersamaan, misalnya mi instan pakai nasi putih).
Kandungan gizi mi instan dan nasi putih, mana yang bikin cepat gemuk?
Satu bungkus mi instan biasanya besar porsinya bervariasi, yaitu sekitar 75-90 gram.
Jumlah kalori sebungkus mi pun akan berbeda-beda, misalnya sekitar 350-500 kalori.
Jika dilihat dari ukuran rata-ratanya, mi instan yang beratnya 85 gram mengandung:
460 kalori
18,8 gram lemak
9 gram protein
66 gram karbohidrat
Sedangkan jika Anda mengambil secentong penuh nasi putih atau sekitar 100 gram, maka berikut adalah kandungannya:
175 kalori
0,2 gram lemak
4 gram protein
40 gram karbohidrat
Dari nilai-nilai tersebut, jika keduanya sama-sama diolah tanpa tambahan minyak atau zat yang mengandung kalori lain, maka mi instan bisa-bisa menjadi makanan yang lebih berat dibandingkan nasi.
Dengan jumlah seporsi yang sama, sebungkus mi instan menyumbang lebih banyak jumlah kalori, lemak, dan karbohidrat untuk tubuh.
Dilansir dalam laman NHS UK, salah satu faktor yang membuat berat badan meningkat adalah konsumsi makanan yang tinggi kalori, khususnya lemak dan gula.
Berdasarkan nilai gizi yang sudah dibandingkan di atas, itu berarti mi instan bisa menumpuk kalori, lemak, dan gula yang lebih banyak. Maka, kemungkinan mi bisa meningkatkan berat badan Anda lebih cepat.
Akan tetapi, tentunya ini akan terjadi jika Anda mengonsumsinya tanpa diiringi dengan aktivitas fisik yang sepadan.
Jadi, sebaiknya kalau tidak mau gemuk makan yang mana?
Sebenarnya, makan nasi dan makan mi tidak ada yang dilarang. Yang harus menjadi pertimbangan adalah jumlah yang dimakan dan bagaimana cara pengolahannya.
Meskipun nasi menyumbang kalori, lemak, dan gula yang lebih kecil, jika porsinya berlebihan dan ditambah lauk pauk berisi aneka ragam gorengan, nasi bisa juga cepat membuat Anda gemuk.
Karena itu, menu makanan Anda memang harus ditakar dan dirancang secara keseluruhan agar nutrisinya seimbang.
Sebaiknya hindari konsumsi mi instan setiap hari karena berisiko memengaruhi tekanan darah.
Sebungkus mi instan bisa mengandung 900-1.700 mg natrium.
Padahal batas asupan natrium per hari orang dewasa saja 1.500 mg. Jika setiap hari makan mi instan, berapa banyak natrium yang akan Anda kumpulkan dalam tubuh?
Kebanyakan natrium bisa memicu kondisi tekanan darah tinggi (hipertensi).
Yang paling penting, jika tidak ingin cepat gemuk dan tetap sehat, tambahkan sumber karbohidrat lain dalam menu makan Anda yang kaya akan serat seperti sayur dan buah-buahan. (*)
(Hai.grid.id, Rizki Ramadan)
Berita ini sudah tayang di halaman Hai.grid.id pada tanggal 5 Maret 2018, pukul 20:30 WIB dengan judul "Kalau Sedang Diet Mana Mesti Dihindari, Nasi atau Mi Instan? Ini Kandungan Gizinya"

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!