zoom-in lihat foto Lahirkan Anak ke Empat, Zaskia Adya Mecca Pilih Operasi, Inilah Beberapa Alasan Medis pada Kelahiran Caesar
Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo

TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar bahagia datang dari pasangan Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo.

Pasalnya, Hanung dan Zaskia baru saja dikaruniai anak keempat pada Jum'at (23/3/2018) pagi.

Dilihat dari Instagram milik Hanung Bramantyo, putra keempatnya itu berjenis kelamin laki-laki, dan diberi nama Bhre Kata Bramantyo.

Bayi laki-lakinya itu memiliki berat 3,035 kilogram dan panjang 48 cm.

Berbeda dari proses kelahiran pada ketiga anaknya yang lain, untuk kali ini Zaskia memilih untuk melahirkan dengan proses persalinan secara caesar.

Hingga berita ini dibuat, belum diketahui apa alasan Zaskia memilih untuk melahirkan anak keempatnya melalui proses caesar.

Namun, seperti dilansir dari Healtline pada Jum'at (23/3/2018), berikut ini adalah beberapa alasan medis yang paling umum ketika seorang ibu dianjurkan untuk melahirkan secara Caesar.

1. Partus terjadi terlalu lama

Satu di antara alasan yang sering terjadi pada persalinan secara caesar adalah karena persalinan normal yang tak kunjung terjadi dan bayi tak kunjung keluar setelah lebih dari 20 jam sejak ibu merasakan kontraksi.

Hal ini menjadi hampir dari sepertiga alasan yang ada terkait operasi caesar.


2 dari 4 halaman

Partus lama ini biasanya terjadi karena bayi yang terlalu besar untuk jalan lahir, lambatnya penipisan leher rahim, dan kehamilan yang memperlambat persalinan.

Dalam kasus tersebut, biasanya dokter pun menyarankan untuk operasi caesar untuk menghindari komplikasi.

2. Keadaan Janin

Biasanya dokter juga akan menyarankan untuk proses melahirkan secara caesar jika keadaan janin yang tidak normal.

Misalnya bayi yang tak cukup mendapatkan banyak oksigen di dalam kandungan.

3. Posisi bayi yang tidak tepat

Agar dapat melahirkan secara normal, bayi harus berada dalam posisi yang dekat dengan jalan lahir.

Namun terkadang bayi berputar dan memposisikan kaki atau pantat ke arah jalan lahir atau yang biasa disebut sungsang.

Posisi tak normal lainnya adalah bagian samping atau bahu yang justrus berada di dekat jalan lahir, hal ini dikenal dengan posisi melintang.

Pada kondisi ini, Operasi caesar adalah cara yang paling disarankan untuk melahirkan sang buah hati.


3 dari 4 halaman

4. Pernah menjalani operasi caesar pada kelahiran sebelumnya

Sebenarnya 90 persen wanita yang pernah melahirkan melalui proses caesar, bisa melahirkan normal pada proses persalinan berikutnya.

Hal itu disebut dengan Vaginal Birth After Caesarean (VBAC).

Namun untuk melakukan VBAC ibu harus konsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Biasanya dokter akan menyarankan untuk proses caesar kembali sebagai pilihan teraman.

5. Hamil bayi kembar

Saat ibu mengandung bayi kembar, dokter biasanya akan menyarankan melahirkan melalui proses caesar.

Sebab hamil bayi kembar dapat menimbulkan risiko yang berbeda selama kehamilan dan menyebabkan persalinan yang berkepanjangan.

Pada kehamilan kembar, posisi bayi mungkin juga berada dalam posisi abnormal.

Maka dari itu, dokterpun menyarankan operasi caesar untuk cara teraman pada persalinan bayi kembar ini.


4 dari 4 halaman

6. Disproporsi Cephalopelvic (CPD)

Disproporsi Cephalopelvic (CPD) adalah kondisi panggul ibu yang terlalu sempit untuk melahirkan bayi secara normal.

Selain itu, mungkin juga kepala bayi yang lebih besar dibanding panggul ibu atau jalan lahir.

Saat itulah bayi tak bisa keluar dengan aman dan operasi caesar pun menjadi jalan keluarnya.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Selanjutnya