zoom-in lihat foto Hari Raya Nyepi 2018, Inilah Fakta Mengenai Ogoh-ogoh yang Harus Kamu Tahu
Ilustrasi | Arsip Kompas.com

TRIBUNJUALBELI.COM - Seluruh umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi pada Sabtu (17/3/2018).

Setiap perayaan yang dilakukan oleh umat Hindu ini, identik dengan Ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.

Dalam perwujudan patung tersebut, Ogoh-ogoh digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan, biasanya dalam wujud Raksasa.

Ogoh-ogoh juga ditampilkan dalam sebuah pawai atau festival.

Pawai atau festival tersebut pun dimeriahkan saat menyambut Hari Raya Nyepi.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini fakta mengenai Ogoh-ogoh.

1. Asal nama

Ogoh-ogoh merupakan gambaran dari kepribadian Bhuta Kala.

"Bhuta" yang berarti ada, dan "Kala" yang artinya kekuatan atau energi.


2 dari 4 halaman

Dalam ajaran Hindu Dharma, butha kala mempresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Sedangkan penamaan Ogoh-ogoh sendiri berasal dari bahasa Bali yaitu "Ogah-ogah" atau yang berarti digoyang-goyangkan.

2. Simbol energi negatif

Dalam ogoh-ogoh, menggambaran suatu bentuk simbol energi negatif.

Energi negatif yang ada pada sang Bhuta Kala dalam perwujudannya yang menyeramkan.

Oleh sebab itu, setelah Ogoh-ogoh selesai di arak pada pawainya, Ogoh-ogoh tersebutpun dibakar.

3. Ogoh-ogoh yang diarak

Arak-arak pada Ogoh-ogoh yang dilakukan memiliki tujuan agar setiap orang dapat melihat energi negatif yang dimilikinya.

Sebab, ogoh-ogoh juga merupakan cerminan sifat-sifat negatif yang ada pada diri manusia.

3 dari 4 halaman

Selain itu, Ogoh-ogoh yang diarak ini juga bertujuan agar setan yang ada di daerah tersebut ikut bersama Ogoh-ogoh.


Hingga kemudian Ogoh-ogoh tersebut dibakar.

4. Awal kemunculan tradisi Ogoh-ogoh

Awal munculnya Ogoh-ogoh ternyata memiliki berbagai macam versi.

Pada versi pertama mengatakan, asal mula Ogoh-ogoh berkaitan dengan ditetapkannya Hari Raya Nyepi sebagai Hari Raya Nasional oleh Presiden RI pada tahun 1983.

Dari penetapan itulah tercetus ide untuk membuat pawai Ogoh-ogoh.

Pembuatan ogoh-ogoh pertama kali dilakukan di Br Abiantubuh, Kesiman dengan pemrakarsanya, yaitu Bapak I Made Jayadi.

Bentuk Ogoh-ogoh saat itu masih sangat sederhana dengan tubuhnya yang terbuat dari ambu (daun muda dari pohon enau) dan ditambahkan topeng seadanya.

Sedangkan versi lainnya menyebutkan bahwa Ogoh-ogoh dikenal sudah lama sejak zaman Dalem Balingkang.

4 dari 4 halaman

Pada zaman tersebut, Ogoh-ogoh digunakan untuk upacara Pitra Yadnya (sebuah upacara untuk menghormati leluhur).


Lalu ada juga yang menyebutkan bahwa Ogoh-ogoh terinspirasi dari tradisi Ngusaba Ndong-Nding di Desa Selat Karangasem.

Selain itu ada yang menginformasikan bahwa Ogoh-ogoh muncul sekitar tahun 1970-an.

(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Selanjutnya