TRIBUNJUALBELI.COM - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan tiga paket kebijakan di ruas tol Jakarta-Cikampek melalui Permenhub Nomor 99 tahun 2019 dan Permenhub Nomor 18 tahun 2018.
Tiga paket kebijakan ini adalah aturan ganjil-genap pelat kendaraan bagi golongan I di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.
Lalu pembuatan jalur khusus angkutan bus di bahu jalan tol, dan pembatasan jam operasional kendaraan barang (dua arah) pada golongan III, IV dan V.
Ketiga paket kebijakan ini berlaku mulai Senin 12 Maret 2018 setiap hari kerja, Senin-Jumat dari pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.
Sementara akhir pekan dan libur nasional ditiadakan.
Pengendara mobil golongan I di Kota Bekasi menyiasati perjalanannya di ruas tol Jakarta-Cikampek pada Senin pagi.
Mereka berangkat lebih pagi guna menghindari pemberlakuan pelat kendaraan ganjil-genap di ruas tol tersebut yang dimulai pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.
Ruas gerbang Tol Bekasi Barat I di samping Mal Revo Town arah Jakarta sangat padat pada Senin pukul 05.60.
Ratusan kendaraan berpelat ganjil dan genap tampak antre masuk ke gerbang itu.
Panjang kemacetan mengular sekitar 300 meter atau sampai Jalan Ahmad Yani, yang menjadi akses masuk ke ruas tol itu.
Seperti yang diungkapkan Muktar (34), pengendara mobil golongan I asal Rawalumbu, Kota Bekasi.
Ia sengaja berangkat lebih awal guna menghindari kebijakan itu.
Muktar biasanya berangkat dari rumah pukul 06.00, kini dipercepat menjadi pukul 05.30.
Meski telah menyiasati perjalanannya, namun laju kendaraan Muktar tetap tersendat di gerbang tol.
"Kayaknya pengendara yang lain juga menyiasati perjalanan dengan berangkat lebih awal."
"Biasanya kemacetan hanya mengular puluhan meter tapi sekarang bisa ratusan meter," kata Muktar yang bekerja di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, ini.
Meski tetap dilanda kemacetan, Muktar enggan beralih ke angkutan umum seperti bus Transjabodebatek dan kereta Commuter Line.
Alasannya, naik angkutan tetap merepotkan perjalanannya menuju lokasi kerja.
"Kalau naik bus tetap macet juga di tol, sementara di kereta berhimpitan. Saya pernah dicopet di kereta saat situasi sangat padat," Muktar. (Wartakota/Fitriyandi Al Fajri)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pengendara Mobil Pribadi Asal Bekasi Berangkat Lebih Pagi Menghindari Ganjil-Genap Tol

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!