RIBUNJUALBEL.COM - Lahir sebagai anak Chairul Tanjung, Putri Indahsari tak memanfaatkan keadaan.
Padahal diketahui, Chairul Tanjung kembali masuk dalam daftar pengusaha tajir di Indonesia 2018 versi majalah Forbes.
Ayah dua anak itu ada dalam urutan kelima dengan total kekayaan mencapai 3,5 miliar dolar AS atau setara Rp 48,17 triliun.
Dibandingkan dengan orang-orang lama yang kembali masuk dalam daftar tersebut, Chairul Tanjung boleh dibilang masih 'muda'.
Sebab, usianya masih 55 tahun dibanding orang tajir se-Indonesia lainnya yang usianya di atas 65 tahun.
Chairul Tanjung dikenal sebagai melalui perusahaan CT Corp yang membawahi beberapa media daring serta TV.
Si Anak Singkong itu juga berusaha di bidang retail.
Misalnya, pasar swalayan Trans Carrefour, Metro Departemen Store, serta tempat rekreasi yaitu Trans Studio yang kini tersebar di berbagai kota besar.
Ia juga bekerja sama dengan berbagai waralaba yaitu restoran Wendy’s dan Coffe Bean, toko busana Versace, Mango, dan Jimmy Choo.
Sementara dalam dunia perbankan, ia memiliki Bank Mega.
Tak hanya sukses di dunia bisnis, pria yang sempat kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia itu juga sempat menjadi Menko Perekonomian pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sementara dalam kehidupan keluarga, Chairul menikah dengan Anita Ratnasari Tanjung.
Ia dikarunia dua anak, yaitu Putri Indahsari Tanjung dan Rahmat Dwiputra Tanjung.
Darah bisnis rupanya mengalir pada buah hatinya, utamanya si sulung, Putri Indahsari Tanjung.
Saat masih berusia 15 tahun, Putri telah mendirikan sebuah event organizer, tanpa mendompleng ketenaran nama sang ayah.
Hingga akhirnya, di usia 20 tahun, ia berhasil jadi pengusaha muda di bidang event organizer, Creative Preneur Event.
Meski sang ayah sukses di dunia bisnis, bukan berarti jalan Putri mulus-mulus saja.
Cewek 21 tahun itu pernah mengalami jatuh bangun membangun EO yang dirintisnya.
Saat ini pun, Putri rela bolak-balik Jakarta-San Fransisco, AS karena dirinya harus melanjutkan pendidikan di Academy of Arts San Fransisco jurusan Multimedia Communication.
Menjadi anak konglomerat tak membuat Putri memanfaatkan keadaan.
Ia ingin menunjukkan kesuksesannya tanpa bantuan nama orang tua.
Dalam sebuah hasil wawancara, Putri mengaku pernah merasa terbebani jadi anak Chairul Tanjung.
"Orang pikirkan gampang, padahal buat saya itu jadi beban karena saya selalu di bayang-bayang ayah saya." ungkap Putri dilansir dari media online nasional.
Banyak orang beranggapan jika bisnis yang dijalaninya karena bantuan orang tua.
Padahal telah diketahui di atas, Putri merintis bisnis dari usia 15 tahun tanpa bantuan modal sang ayah.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!