TRIBUNJUALBELI.COM - Pernikahan adalah momen sakral yang di dambakan setioap orang.
Pernikahan juga merupakan lambang dari saling cinta antar pria dan wanita, namun agar awet sampai akhir hayat, pernikahan membutuhkan "kesiapan" untuk memulainya.
Kesiapan tersebut bisa berupa kesiapan mental maupun materil.
Dilansir dari Time pada Selasa (6/3/2018), Keputusan menikah untuk setiap orang harus disiapkan dengan matang.
Sebab dalam sebuah rumah tangga pastinya menginginkan sebuah pernikahan sekali seumur hidup.
Nah, untuk menuju pernikahan yang langgeng, kematangan usia seseorang menjadi salah satu faktornya.
Lalu, apakah sebenarnya usia seseorang memang berpengaruh terhadap persiapan rumah tangga?
Meski usia tidak menjamin pada tingkat kedewasaan, setidaknya dengan usia yang matang mampu membuat orang tersebut siap secara mental.
Sebuah penelitian menunjukkan pernikahan yang dilangsungkan di usia yang terlalu muda yaitu di bawah dan di awal umur 20-an memiliki resiko perceraian lebih besar.
Sedangkan menurut teori Goldilocks, melaksanakan pernikahan baiknya tidak dilakukan di usia yang terlalu muda dan terlalu tua.
Di Akhir umur 20-an atau antara 25 hingga 30an adalah waktu yang tepat untuk memulai membangun rumah tangga.
Di umur tersebut, seseorang sudah cukup matang untuk mengerti dan menerima orang lain di kehidupannya.
Selain itu, di usia tersebut seseorang juga dapat membuat pilihan hidup yang signifikan dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, antara umur 25 hingga 30an adalah umur yang dibilang tidak terlalu tua dan seseorang dalam umur tersebut tergolong dalam usia produktif.
Namun, sebenarnya tidak ada usia pasti dan ideal bagi pria maupun wanita untuk menikah.
Yang diperlukan adalah kesiapan dan keyakinan bahwa seseorang yang telah kamu temui saat ini adalah orang yang tepat untuk menemani hingga tua nanti.
Bagaimana menurutmu?
(TribunJualBeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!