TRIBUNJUALBELI.COM - Belum lama ini beredar foto sekelompok perempuan makai baju tidur.
Sekilas tak ada yang aneh dari foto itu.
Namun jadi perhatian saat ternyata salah satu orang dalam foto itu adalah Jennifer Dunn.
Dan foto yang beredar luas itu pun merupakan foto Jedun bersama teman-temannya di balik jeruji besi.
Padahal diketahui sebelumnya, Jedun resmi jadi tahanan saat dirinya terlibat kasus narkoba.
Ia ditangkap pada 31 Desember 2017 lalu.
Dan di balik dinginnya tembok penjara, Jedun dan teman-teman dalam tahanan ketahun berswafoto.
Terkait hal itu, Jedun pun memberikan penjelasan.
Penjelasan Jedun disampaikan oleh kuasa hukum Jennifer, Pieter Ell.
Menurutnya, foto mereka yang mengenakan piyama itu semula hendak dikirim ke kekasih salah satu tahanan.
Berdasarkan pengakuan Jennifer pula, ia tidak pernah ikut menyebarkan foto tersebut.
Pieter menambahkan, foto tersebut diambil saat Jennifer dan rekannya di dalam tahanan usai makan malam.
Foto tersebut pun tersebar setelah salah satu rekan Jennifer mengirimkan ke kekasihnya.
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Jedun juga ketahuan membawa ponsel ke dalam sel penjara.
"Memang sempat ya, yang bersangkutan sempat membawa handphone, kemudian, selfie, foto dengan teman-temannya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya dilansir dari Grid.id pada Kamis 1 Maret 2018.
Atas perbuatannya, Jedun harus menerima sanksi.
Selama 2 minggu, Jedun tak diizinkan untuk dijenguk.
Sementara kuasa hukum Jedun merasa menyesal atas sanksi yang dijatuhkan pada kliennya.
"Saya menyesalkan akhirnya kena sanksi 14 hari nggak bisa dijenguk. Pengakuan (Jennifer), bukan dia yang fotoin," kata Pieter.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)
Mendekam di Penjara Karena Narkoba, Ini Permintaan Jennifer Dunn Saat Berada di Rumah Tahanan
TRIBUNJUALBELI.COM - Setelah tertangkap karena narkoba, Jennifer Dunn harus mendekam di penjara.
Meski ditangkap pada 31 Desember, Jedunn baru resmi dipenjarakan pada 6 Januari.
Pasca tertangkap di kediamannya, kuasa hukum Jedunn menceritakan kondisi psikis kliennya itu.
Pengacaranya, Pieter Ell mengakui jika kondisi Jennifer Dunn cukup terguncang.
Terlebih memori penggeledahan dan penangkapan begitu kuat diingatan Jedunn.
Namun seiring berjalannya waktu, beruntungnya kondisi psikis Jedunn semakin membaik.
Melalui pengacaranya, Jedunn juga mengungkapkan rasa tak nyaman saat harus tinggal dibalik jeruji besi.
Jedung mengungkapkan kondisi rumah tahanan yang cukup panas sehingga membuatnya tak nyaman.
Jika memungkinkan, Jedun meminta untuk dirinya direhabilitasi.
Dengan begitu Jennifer akan tinggal di tempat yang lebih layak.
Pihak pengacara juga mengungkapkan jika sebenarnya kondisi rumah tangga lebih buruk yang orang-orang bayangkan.
Terkait permintaan Jedun tersebut, Pieter selaku kuasa hukum akan mengusahakan yang terbaik.
Termasuk memindahkan Jedun ke rehabilitasi.
Namun Pieter juga menyadari jika semua keputusaan ada dari pihak berwajib.
Kendati demikian sebagai kuasa hukum yang ditunjuk Jedun, Pieter akan mengusahakan yang terbaik.
Terlepas dari hal itu, penangkapan Jedun karena narkoba itu bukun kali pertama.
Sebelumnya Jedun juga pernah telibat kasus narkoba.
Rupanya dua kali ditangkap karena narkoba tak cukup membuat Jedun kapok.
Di penghujung tahun 2017 lalu, Jedun kembali tertangkap di tengah-tengah kondisi dirinya yang disebut sebagai perempuan perebut lelaki orang atau pelakor.
(*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!