TRIBUNJUALBELI.COM - Nama Heru Winarko menjadi perbincangan publik setelah dirinya ditunjuk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) oleh Presiden Joko Widodo.
Heru terpilih sebagai kepala BNN menggantikan Budi Waseso atas alasan integritas.
Menurut Presiden Jokowi, Heru memiliki latar belakang institusi asal yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Yang paling penting dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba, duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik," ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/2018) seperti dikutip dari kompas.com.
Presiden mengatakan, terpilihnya Heru sebagai kepala BNN yang baru, diharapkan dapat menjadikan BNN sebagai lembaga yang lebih profesional dari sebelumnya.
Dilansir Tribunjualbeli.com dari wikipedia, berikut ini adalah profil lengkap dari Heru Winarko.
Heru Winarko merupakan seorang perwira tinggi Polri yang kini mengemban amanat menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pria berusia 55 tahun ini lahir pada 1 Desember 1962 di Jakarta.
Heru menikah dengan Syahria Wijayanti dan telah memiliki seorang putri bernama Masayu Syahnaz.
Pendidikan umum : SD (1974), SMP (1977), SMA (1981), S1 Fakultas Hukum (1996).
Pendidikan Kepolisian: AKABRI (1985), PTIK (1994), SESPIM (2000), SESPATI (2008).
Sebelum menjabat sebagai Kepala BNN seperti saat ini, Heru memang telah lama berkecimpung dalam karir kepolisian.
Pertama kali ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Bandung Polda Jabar pada tahun 1985.
Karirnya pun mulai naik saat ia dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Polres Jakarta Pusat pada tahun 2006.
Bahkan tidak lama kemudian, pada 2009 Heru menjabat sebagai Penyidik Utama Tingkat II Direktorat Ekonomi Khusus Bareskrim Polri (Penyu Tk II Dit II/Eksus Bareskrim Polri), hingga terpilih sebagai Wakil Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Polri (Wadir II/Eksus Bareskrim Polri) di tahun yang sama.
Karir Heru pun semakin meningkat ketika ia ditugaskan oleh Kepala Polri saat Itu Jenderal Badrodin Haiti menjadi Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2015.
Di KPK, sejumlah perkara korupsi besar pernah Heru tangani, mulai dari kasus korupsi KTP elektronik, kasus korupsi hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar hingga korupsi para kepala daerah.
Riwayat Jabatan :
Wakasat Serse Polres Bandung Polda Jabar (1985),
Kapolsektif Cicalengka Polres Bandung Polda Jabar (1987),
Kapolsektif Majalaya Polres Bandung Polda Jabar (1988),
Kasat Serse Polres Bandung Polda Jabar (1991),
Kasubag Ren Dit Pers Polda Jabar (1994),
Kapolsek Tanjungpriok Polres Jakut Polda Metro Jaya (1995),
Kasat Serse Polres Jakut Polda Metro Jaya (1996),
Wakasat Serse Ekonomi Dit Serse Polda Metro Jaya (1999),
Dik Sespimpol (1999),
Kasat Serse Ekonomi Dit Serse Polda Sumsel (2000),
Kabag Binkarpa Subdit Dalkar Dit Minpers Polri (2001),
Kasi Binkarpa Subdit Binkar Dit Watpers Desumdaman (2001),
Kapolres Blitar (2002),
Wakapoltabes Barelang (2003),
Sespri Kapolri (2005),
Penyidik Utama Bareskrim Polri (2005),
Kanit II Dit II/Eksus Bareskrim Polri (2006),
Kapolres Metro Jakarta Pusat (2006),
Dik Sespati II (2008),
Penyu Tk II Dit II/Eksus Bareskrim Polri (2009),
Wadir II/Eksus Bareskrim Polri (2009),
Wadir III/Tipikor Bareskrim Polri (2010),
Asdep 4/V Kamnas Kemenko Polhukam RI (2010),
Kepala Biro Umum Kemenko Polhukam RI (2011),
Kapolda Lampung (2012),
Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam RI (2015),
Deputi Penindakan KPK (2015),
Kepala Badan Narkotika Nasional (2018).
(Tribunjualbeli.com/Intan Hafrida)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!