zoom-in lihat foto Sridevi Meninggal Karena Jantung, Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Tahu Ada Kelainan Pada Jantung
(kolase TribunJualBeli)

TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka datang dari dunia hiburan Bollywood.

Salah satu legendanya, Sridevi, meninggal dunia di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (24/2/2018) malam waktu setempat.

Dikutip dari Kompas.com, Sridevi meninggal dunia dalam usia 54 tahun.

Lahir dengan nama lengkap Shree Amma Yanger Ayyapan, Sridevi melakukan debut Bollywood sebagai artis cilik dalam film Julie (1975).

Peran dewasa pertamanya dimainkannya dalam film Tamil Moondru Mudichu (1976), ketika ia berusia 13 tahun.

Sridevi kemudian menjadi salah satu bintang film perempuan terdepan yang pernah dimiliki India.

Pemerintah India bahkan memberi penghargaan Padma Shri, sebuah penghargaan sipil tertinggi keempat, kepasa Sridevi pada 2013.

Film-filmnya yang paling dikenal adalah Sadma, Chandni, Himmatwala, ChaalBaaz, India, Nagina, Mawali, Tohfa, dan Gumrah.

Di tengah kariernya, Sridevi pernah berhenti berkarya selama 15 tahun. Ia masuk lagi ke Bollywood pada 2012 dan film terakhirnya sebelum meninggal adalah MOM (2017).

Menghembuskan napas di Dubai, kabarnya Sridevi tutup usia karena serangan jantung.


2 dari 4 halaman

Ketika mengalami serangan jantung, Sridevi sedang bersama suaminya, Boney Kapoor, dan putrinya, Khushi.

Mereka bersama seluruh keluarga besar Kapoor berada di Uni Emirat Arab untuk menghadiri upacara pernikahan aktor Mohit Marwah.

Serangan jantung merupakan "pembunuh" dengan korban terbanyak di dunia.

Sebagian besar musibah terjadi karena korban terlambat dalam penanganan saat serang jantung terjadi.

Beberapa penyebabnya adalah penyumbatan arteri koroner, aritmia, dan kelainan jantung.

Padahal, jika diawas, dalam periode 1-6 bulan tubuh sebenarnya sudah memberikan alarm bahwa serangan jantung akan terjadi.

Serangan jantung terjadi karena aliran darah dan oksigen ke jantung terhambat.

Otot jantung perlahan mati karena kekurangan oksigen.

Dan, jika aliran darah tidak segera pulih, jantung akan mati.

3 dari 4 halaman

Jika hal itu terjadi, nyawa pun melayang.


Namun tenang, sebenarnya saat seseorang sudah mengetahui ada gangguan pada jantung bisa mengantisipasi dengan beberapa hal ini.

1. Menerapkan pola makan yang sehat

Mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh menjadi jalan terbaik untuk tidak memperparah kondisi jantung.

Makanan berkalori tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyumbatan pada pembuluh darah.

Jadi batasilah makanan yang mengandung gula tinggi.

Konsumsilah makanan sesuai kebutuhan kalori.

Perbanyak makanan sumber serat.

Tak hanya porsi makan, jadwal makan juga harus diperhatikan bagi Anda yang sudah tahu ada gangguan pada jantung.

4 dari 4 halaman

2. Rutin Olahraga

Tak hanya bagi penderita gangguan jantung, olahraga memang baik untuk siapapun.


Saat menderita penyakit jantung koroner, olahraga bisa membantu membakar lemak-lemak yang tertimbun.

Dengan begitu, lemak pada pembuluh darah yang tersumbat dapat terbakar.

Risiko serangan jantung pun semakin rendah.

Namun ternyata sebelum olahraga ada baiknya untuk mendiskusikan dengan dokter tentang jenis olahraga dan intensitas seperti apa yang boleh Anda lakukan.

Mengingat jantung Anda sudah tak begitu sehat.

Jika diforsir justru akan membahayakan.

3. Hindari stes

Stres ternyatya bisa menyebabkan pembuluh darah tersumbat dan oksigen tak bisa sampai jantung.

Memang wajar jika seseorang mengalami tekanan dalam kehidupan.

Namun yang terpenting usahakan untuk mengelola stres dengan baik.


Hal itu harus Anda lakukan untuk menghindari-hal buruk.

4. Tidur dengan cukup dan teratur

Hal ini yang kerap tak begitu diperhatikan bagi banyak orang.

Apalagi jika sudah tau ada gangguan jantung, sebaiknya atur pola tidur dengan baik.

Sebab resiko serangan jantung lebih tinggi saat seseorang kurang tidur.

Kebiasaan begadang pun akan membuat kondisi kesehatan semakin buruk.

Seseorang yang durasi tidurnya kurang dari 7 jam per malam pun memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk mencegah lebih dini sebelum bahaya mengancam.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya