TribunJualBeli.com

Halangi Kebahagiaan, Inilah 6 Mitos Tentang Cinta yang Masih Dipercaya Orang hingga Sekarang, Andakah Salah Satunya?

Halangi Kebahagiaan, Inilah 6 Mitos Tentang Cinta yang Masih Dipercaya Orang hingga Sekarang, Andakah Salah Satunya? Ilustrasi | Pixabay

TRIBUNJUALBELI.COM - Mitos sangat susah untuk dihilangkan. Kita sering mempercayai sesuatu yang bahkan tidak ada bukti kuat.

Cinta tidak berbeda dari bidang kehidupan lainnya.

Beberapa stereotip umum tentang cinta bisa jadi benar-benar membahayakan hubungan anda.

Namun, bila anda memedulikannya, anda akan membuat beberapa kesalahan. Kemudian hal itu akan menjadi penyesalan di masa depan.

Bright Side mengumpulkan 6 kesalahan terbanyak yang telah menyebar luas tentang percintaan yang dapat menghalangi jalan kebahagiaan anda.

1. Ketertarikan yang berbeda

Seberapa sering anda mendengar kata tersebut? Walaupun itu populer, itu terbukti salah.

Umumnya, orang yang telah lama menjalin hubungan memiliki lebih banyak persamaan daripada perbedaan di awal perjalanan mereka.

Di awal pertemuan pertama mereka, mereka menyadari ciri pembawaan orang lainnya yang mereka pengaruhi sendiri.

Sinyal ciri pembawaan ini bahwa pasangan dapat membentuk suatu kerjasama yang harmonis di masa depan.

Selain itu, ditemukan bahwa pasangan dengan kepribadian dan nilai-nilai yang sama menjadikan mereka orangtua lebih baik daripada pasangan dengan perbedaan watak.

Halaman
1234

Editor: Achadiyah Nurul
Sumber: Intisari Online



Artikel Terkait :

Kebanyakan orang akan membuang biji pepaya saat ingin mengonsumsi buah yang memiliki rasa manis ini.

Hanggara Hendrayana   19 jam lalu

Kulit telapak kaki yang pecah-pecah kerap menjadi hal yang menganggu.

Hanggara Hendrayana   19 jam lalu

Nama pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman terseret dalam pusaran kasus dugaan hilangnya dan terbunuhnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Achadiyah Nurul   19 jam lalu

Keluarga yang jumlah anggotanya 13 orang (ditambah ayah dan ibu) ini sering memberikan motivasi dan inspirasi untuk berbisnis.

Achadiyah Nurul   Kemarin