zoom-in lihat foto Ini 4 Tantangan Besar dalam Membangun Rumah saat Musim Hujan Datang
Ilustrasi Membangun Rumah saat Musim Hujan (TribunNews.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Membangun rumah membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk dalam menentukan waktu pelaksanaan pembangunan.

Musim hujan sering kali menjadi tantangan tersendiri karena kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi proses konstruksi.

Curah hujan yang tinggi bukan hanya memperlambat pekerjaan, tetapi juga berisiko menurunkan kualitas bangunan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Agar tidak salah langkah, penting untuk memahami tantangan utama yang kerap muncul saat membangun rumah di musim hujan.

Berikut empat tantangan besar yang perlu diperhatikan:

Baca Juga : Waspada Cuaca Ekstrem! 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Bangun Rumah di Musim Hujan

1. Terhambatnya Proses Pekerjaan Konstruksi

Terhambatnya Proses Pekerjaan Konstruksi

Salah satu tantangan paling nyata saat musim hujan datang adalah terhambatnya aktivitas pembangunan.

Hujan deras dapat memaksa pekerja menghentikan pekerjaan, terutama pada tahap pengecoran, pemasangan struktur, dan pekerjaan atap.

Kondisi ini membuat jadwal pembangunan menjadi molor dari rencana awal.

2 dari 4 halaman

Selain itu, waktu kerja yang terbatas juga berdampak pada efisiensi tenaga dan biaya.

Semakin lama durasi pembangunan, semakin besar pula anggaran tambahan yang mungkin harus disiapkan.

2. Kualitas Material Bangunan Berisiko Menurun

Material bangunan seperti semen, pasir, dan kayu sangat rentan terhadap air dan kelembapan.

Safana Property
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah Baru Minimalis Kavling Istana Bandara Pakis - Malang
Rp 385,000,000.00
jawa-timur

Jika penyimpanan material tidak terlindungi dengan baik, hujan dapat merusak kualitas bahan tersebut.

Semen yang terkena air, misalnya, bisa menggumpal dan tidak lagi layak digunakan.

Kelembapan tinggi juga berpotensi memengaruhi hasil pekerjaan finishing.

Cat, plester, dan acian membutuhkan kondisi kering agar hasilnya maksimal.

Jika dikerjakan saat kondisi terlalu lembap, kualitas hasil akhir bangunan bisa kurang optimal.

Baca Juga : 4 Cara Cerdas Bangun Rumah Secara Bertahap Tanpa Menguras Tabungan

3 dari 4 halaman

3. Kondisi Tanah Menjadi Tidak Stabil

Kondisi Tanah Menjadi Tidak Stabil

Curah hujan yang tinggi dapat membuat kondisi tanah menjadi becek dan labil.

Hal ini sangat berpengaruh pada tahap awal pembangunan, seperti penggalian pondasi.

Tanah yang terlalu basah berisiko longsor dan menyulitkan proses pemadatan.

Jika pondasi tidak dikerjakan dengan tepat, risiko penurunan kualitas struktur bangunan di masa depan akan semakin besar.

Oleh karena itu, kondisi tanah saat musim hujan harus mendapatkan perhatian ekstra agar kekuatan bangunan tetap terjaga.

4. Risiko Keselamatan Kerja Lebih Tinggi

Musim hujan juga meningkatkan risiko keselamatan kerja di lokasi pembangunan.

SAFANAPROPERTY
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah di Kepanjen Tipe 23 2KT 1KM SHM - Malang
Rp 250,000,000.00
jawa-timur

Permukaan yang licin, genangan air, serta visibilitas yang berkurang dapat meningkatkan potensi kecelakaan kerja.

Peralatan listrik pun menjadi lebih berbahaya jika terkena air hujan.

4 dari 4 halaman

Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama agar proses pembangunan tetap berjalan aman.

Pengawasan ekstra dan penerapan standar keselamatan yang ketat sangat dibutuhkan selama musim hujan.

Memahami risiko sejak awal akan membantu proses pembangunan tetap berjalan lancar dan menghasilkan rumah yang kokoh serta berkualitas.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya