zoom-in lihat foto Deretan Penyakit Ini akan Mengintai Kamu yang Sering Makan Makanan Berlemak
ilustrasi (sumber foto : net)

TRIBUNJUALBELI.COM - Makanan berlemak menjadi santapan yang sering kita jumpai setiap hari.

Mulai dari sajian lauk pauk hingga makanan cemilan seperti gorengan.

Namun, sebenarnya makanan berlemak merupakan makanan yang tidak disarankan jika kamu ingin benar-benar hidup sehat.

Umumnya para pelaku hidup sehat akan menjauhi makanan ini karena khawatir berdampak buruk bagi kesehatannya.

Dilansir dari Live Strong, berikut ini adalah penyakit yang timbul karena terlalu banyak makan makanan berlemak.

1. Stroke

Menurut studi yang dilakukan oleh Dr. Suzanne Judd di Birmingham, seseorang yang makan makanan berlemak setidaknya 6 kali seminggu akan memiliki resiko terkena stroke hingga 41%.

Sebab, makanan berlemak mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan resiko penyakit jantung.

2. Obesitas

Makan berlemak engandung lemak tinggi yang terdapat banyak kalori di dalamnya.


2 dari 3 halaman

Bahkan, setiap 1 gram lemak bernilai 9 kalori, berbeda dari protein dan karbohidrat yang hanya mengandung 4 kalori saja tiap gramnya.

Maka, jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bisa sebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

Sebuah studi dari "Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases" pada Februari 2013 mengatakan bahwa seseorang yang mengonsumsi gorengan lebih dari 4 kali seminggu memiliki tingkat risiko obesitas, dibanding yang mengonsumsi hanya 2 kali seminggu.

3. Kanker

Penyakit yang tak kalah menakutkan adalah Kanker.

Selain Stroke dan Obesitas, mengonsumsi banyak makanan berlemak juga dapat memicu terkena kanker prostat.

Hal ini disebutkan dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal "Prostate" pada Juni 2013.

4. Diabetes

Penelitian lainnya menyebutkan bahwa gorengan dapat meningkatkan seseorang terkena diabetes tipe 2.


3 dari 3 halaman

Pada studi yang dilakukan di "Nutrition & Food Science" tahun 2013, konsumsi makanan yang digoreng dengan sedikit atau banyak minyak, memiliki resiko yang sama.

(Tribunjualbeli.com/Intan Hafrida)

Selanjutnya