TribunJualBeli.com

Anak Down Syndrome Bisa Dideteksi dari Sang Ibu. Seperi Ini Ciri-ciri dan Resikonya!

Anak Down Syndrome Bisa Dideteksi dari Sang Ibu. Seperi Ini Ciri-ciri dan Resikonya! Ilustrasi

TRIBUNJUALBELI.COM - Meskipun para peneliti telah banyak meneliti tentang down syndrome (sindrom down), mereka masih tidak tahu banyak tentang mengapa penyakit itu terjadi.

Hal inilah yang membuat dokter sulit untuk menentukan seseorang berisiko melahirkan bayi dengan sindrom Down.

"Ada teori yang menghubungkan sindrom down dengan memetabolisme folat, tetapi belum dapat dipastikan," jelas Kenneth Rosenbaum, MD, pendiri divisi genetika dan metabolisme, Klinik Down Syndrome di Children's National Medical Center di Washington DC, Amerika.

Down syndrome adalah kondisi yang terjadi ketika bayi dikandung dengan tambahan kromosom 21.

Down syndrome terjadi di seluruh dunia, pada orang-orang dari setiap ras dan latar belakang ekonomi.

Meskipun itu adalah kondisi genetik, kemungkinan besar anak penderita sindrom down, tidak memiliki riwayat keluarga.

"Dalam kebanyakan kasus, kromosom ekstra tampaknya terjadi secara kebetulan," kata Emily Jean Davidson, M.D., direktur klinis Program Sindrom Down di Rumah Sakit Anak Boston.

Lalu, apa kemungkinan penyebabnya?

Menurut National Down Syndrome Society, ada satu faktor risiko utama untuk sindrom Down adalah usia ibu.

Perempuan berusia 25 tahun memiliki 1 dari 1.200 kemungkinan memiliki bayi dengan sindrom Down.

Halaman
12

Editor: Alieza Nurulita Dewi
Sumber: nakita.grid.id



Artikel Terkait :

Melalui akun resmi Twitter, @asiangames mengajak masyarakat untuk mengikuti Senam Duls.

Intan Hafrida   9 jam lalu

Kanker darah ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel darah merah, sel sumsum tulang atau sel sistem limfatik.

Kurniantohanif   9 jam lalu

Memasukkan dompet di saku belakang celana jadi kebiasaan bagi banyak orang terutama para pria.

Hanggara Hendrayana   11 jam lalu

Tak hanya satu penyakit yang mungkin akan ditimbulkannya, tetapi ada 5 dampak buruk yang didapat dari konsumsi es teh secara berlebihan.

Hanggara Hendrayana   12 jam lalu